Dinding-dinding Lodewijk August 28, 2009
Posted by anla in sudut kota.Tags: Benteng Lodewijk, grissee, hutan bakau, kabupaten Gresik, Mengare, Pariwisata, portugis, pulau jawa, Pulau Mengare, situs bersejarah
78 comments
Ada yang pernah dengar nama Pulau Mengare?
Ada yang tau juga benteng yang bernamakan Lodewijk?
jika belum,silahkan baca …. :green:
Di wilayah Kec.Bungah Kab.Gresik, Propinsi Jawa Timur, terdapat sebuah tempat yang namanya Pulau Mengare. Letaknya itu ada di sisi sebelah utara Pulau jawa, dan sangat dekat sekali dengan selat Madura.
Tetapi, Pulau Mengare saat ini bisa dibilang sudah tidak ada lagi….
” loh, koq bisa? apa terkikis oleh abrasi air laut? atau tanahnya dikeruk habis sama manusia? ”
jadi begini ceritanya,,,,,,
“ Awalnya Mengare merupakan sebuah pulau yang terletak di muara Sungai Bengawan Solo lama. Dan karena besarnya beban Endapan yang dibawa oleh sungai tersebut, menyebabkan majunya garis pantai setiap tahun ke arah laut pun cukup cepat, sekitar 10-15 meter per tahun. Akibatnya Mengare yang pada awalnya sebuah pulau kini telah menyatu dengan Pulau Jawa.”
”O…. Jadi begitu ceritanya. Truz, apa yang spesial dari Pulau Mengare itu?”
Di pulau Mengare ini, tepatnya di Pantai Binting terdapat sebuah Benteng peninggalan bangsa Portugis yang bernama Benteng Lodewijk.
sebelum menemui situs Bentang Lodewijki, jalur masuk menuju Mengare sendiri sebenarnya hanya berupa sebuah jalur panjang pematang Tambak yang di beri pavingstone. Lebar jalan ini seingat saya kira-kira hanya cukup untuk satu mobil dan satu motor. (coba bayangkan kalau ada dua buah mobil yang berjalan dari arah berlawanan…)

Jalan pematang Tambak yang dipavingstone menjadi jalur utama menuju desa mengare. sepanjang kiri-kanan jalan adalah areal pertambakan
mengunjungi tempat berdirinya situs Benteng Lodewijk ini tidaklah mudah. satu-satunya jalan yang saya tahu, yaitu melalui jalur air menggunakan perahu tradisional nelayan setempat.
sepanjang perjalanan menyusuri muara sungai menuju pantai letak Benteng Lodewijk, akan ditemui deretan hutan Bakau hijau nan indah.
setelah menempuh perjalanan sekitar 15-20 menit, akhirnya sampai juga di Pantai Benteng Lodewijk.
Di sebelah selatan Benteng mengalir sungai Cemara dan Sisi timur benteng inimembentang selat Madura.
Menurut catatan sejarah kolonial Inggris, disebutkan bahwa Benteng Lodewijk berdiri di ujung sebuah endapan lumpur yang menjorok kearah selat Madura sejauh 1400 yard dari Pulau Mengare. Dan dari hasil survei, benteng ini mempunyai denah berbentuk persegi panjang. Sejauh ini, baru ditemukan sebuah pintu masuk ke dalam benteng yang posisinya ada di tembok sisi sebelah selatan benteng. Menurut keterangan dari sumber tertulis, hasil survei menunjukkan bahwa Benteng Lodewijk memiliki denah berbentuk empat persegi panjang. Bastion (bangunan pertahanan) yang tersisa hanyalah dua buah, yaitu yang ada si sudut barat laut dan barat daya. sementara Bastion lainnya yang ada di sudut timur laut dan tenggara telah hilang terkena abrasi.
Namun, pada bagian dalam benteng sendiri sulit dijangkau dan ditelusuri, karena tertutup oleh tumbuhan yang sangat lebat.
Keadaan Benteng Lodewijk yang merupakan situs sejarah ini sangat memperihatinkan. Bentuk fisik dari Benteng sudah tidak utuh lagi, Dindingnya telah mengalami pelapukan akibat abrasi air laut, dinding benteng pun banyak yang roboh dan tinggal puing-puingnya saja.
jika tidak ada penanganan khusus yang lebih lanjut, Benteng Lodewijk ioni bisa-bisa hanya akan tersisi puing-puingmya saja. sayang sekali jika situs bersejarah Benteng Lodewijk ini dibiarkan hancur tak bersisa. padahal situs benteng Lodewijk ini kan salah satu sumber sejarah yang penting. saya yakin masih banyak yang belum mengetahui keberadaab benteng LOdewijk ini, selain iti, informasi dyang didapat mengenai benteng inipun masi sangat sedikit. Pemerintah daerah khususnya Dinas pariwisata seharusnya memberi perhatian khusus pada situs Benteng Lodewijk ini….
Nb:
artikel mengenai Benteng Lodewijk ini dibuat berdasarkan Karya Tulis Ilmiah yang dibuat oleh (Arinda N.L, Elvira Saris, Fath Isandy , M. Fath El Allam, Rizki Vivianti. ) dengan judul:
” Peremajaan Pantai Benteng Lodewijk di Pulau Mengare Sehingga Dapat Menjadi Objek Pariwisata di Kabupaten Gresik?”
karya Tulis Ilmiah dibuat dengan menggunakan metode pengamatan secara langsung dan juga pengumpulan data dari tabloid wisata Gresik, Interview secara langsung dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Gresik, serta Interview dengan narasumber penduduk desa Mengare.
pasir pantainya tertutupi oleh hamparan kulit kerang sehingga menjadikannya nampak berwarna putih
Spirit 45: waktunya berubah August 17, 2009
Posted by anla in isi binder.Tags: 17 Agustus, IBSN, Indonesia, perubahan untuk negeri, Semangat pemuda, spirit 45
53 comments
17 agustus. Tepat hari ini negeri kita tercinta Indonesia merayakan hari ulang tahunnya yang ke 64. Lazimnya kita memberikan sebuah “kado” ketika seorang sahabat dan orang yang kita sayangi “menggenapkan usia” (baca: ulang tahun). Lalu, kado seperti apakah yang akan saya atau anda berikan untuk negeri kita tercinta ini?
Memang bukan jam dan cincin, bukan juga seikat bunga atau puisi, juga bukan kalung hati
“trus kado seperti apa? Atau jangan-jangan sama sekali nggak kepikiran untuk ngasi kado buat ibu pertiwi yang sedang berulang tahun ini ?”
susah juga ya, karena yang mau dikasi kado ini bukan sesosok manusia yang punya kegemaran khusus yang bisa disesuaikan dengan isi kado. . .
Pasar Buah .. August 9, 2009
Posted by anla in catatan kaki.Tags: filosofi buah, presentasi, Remas RI
28 comments
Sekitar akhir februari 2009 kemaren, saya sempat mengikuti pelatihan trainer di organisasi. Saya jadi teringat dengan salah satu slide video presentasi yang isinya menarik bagi saya dan peserta lain waktu itu.
Video presentasi itu mengenai filosofi tanaman yang bisa kita ambil ilmunya
isi presentasinya seperti ini:
“pasar buah “
by soegali
dedicated for REMAS RI
JADILAH SEPERTI. . . .
jadilah jagung, jangan jambu monyet………
jagung membungkus bijinya yang banyak
sedangkan jambu monyet memamerkan bijinya yang cuma satu-satunya…..
jangann pamer…. kecuali kalo lagi pameran
jadilah duren,
jangan kedondong….
duren, alaupun luarnya penuh kulit yang tajam,
tetapi dalamnya lembut dan manis
beda dengan kedondong yang kulitnya halus, tapi dalemnya berduri dan asem
jadilah seperti Bengkoang,
walaupun hidup di bawah timbunan kompos
tetapi buahnya tetap putih bersinar,
jagalah hati, meski tinggal di lingkungan yg “kotor”
jadilah seperti padi,
semakin tua semakin berisi semakin merunduk, tapi awas ada wereng (-_^)
jadilah seperti Cabe,
makin tua makin pedes. . .
semakin bertambah usia,semakin bijak
jadilah pohon kelapa,
sudah terkenal dengan fungsinya yang serbaguna dan tidak bisa dimanipulasi (maksudnya gak bisa di stek)
kira-kira itu isi presentasinya. Dan masih banyak lagi pelajaran yang bisa kita ambil dari fenomena alam. . .
semoga bermanfaat


















