
fa.ta.lis
[n] orang yg percaya atau menyerah saja kpd nasib
Beginilah jalan pikiran fatalis
mereka menciptakan resolusi di awal tahun, mengumpulkan berbagai pencapaian selama setahun, dan lain lain lain lain. tapi bagi saya, inilah masa dimana titik nadir itu berawal. ada suatu masa ketika segala macam kumpulan usaha sama sekali tak membekas dalam wujud hasil optimum. kamu sudah bukan lagi sedang jongkok! bukan sedang jongkok untuk melakukan lompatan lebih tinggi. kamu sekarang merangkak, sementara orang-orang berlari melewatimu. inilah titik nadir, ketika pencapaian hanya sebatas teori di atas kertas. ketika segala macam peramalan gagal terwujudkan.
“kegagalan bukan sebuah kesuksesan yang tertunda. kegagalan adalah awal dari serangkaian kegagalan lain” itu realita, idealisme terlalu sering kontras dengan pahitnya kenyataan. angan kamu, itulah sumber idealisme. tapi tanah tempat kamu berpijak, bumi tempat kamu hidup, dan udara untuk kamu bernafas, itulah realita!
“seperti kata mereka, rasanya ingin segera berakhir”
berakhir? mengakhiri sebuah lembaran buku dengan kumpulan kegagalan? kalau kamu berakhir sekarang, maka kamu hanya akan diingat sebagai orang gagal! mau, kamu seperti itu? pecundang, pemimpi besar! terlebih, kamu adalah seorang fatalis!
omong kosong dengan idealisme. omong kosong dengan harapan. yang berlaku sekarang adalah probabilitas. peluang yang sama dan sebanding antara kesuksesan dan kegagalan. dunia ini pahit, nak! sedangkan mimpi adalah pemanis adiktif yang membuat kamu mati menderita dimasa depan. ia tak ubahnya notasi-notasi angka imajiner. peluang dengan galat 99%. buang jauh-jauh ekspektasi. mari kita kembali ke tanah, lantas menyadari jati diri kamu sebenarnya.
~AN~
saya pernah jadi seorang fatalis, atau bahkan mungkin sekarang masih fatalis?
Fatalis biasanya lahir dari berbagai kegagalan dan kondisi2 sosial yg tak mendukung untuk tumbuh. Satu atau beberapa kali dalam hidup, kita semua mengalaminya.Namun ada beberapa orang yg menganggap itu lah realita sebenarnya. Semoga kita tak begitu ya Mbak
waah, saya suka dengan komentar mba’ Evi
lucu, barusan saya nulis (di kertas), ada resemblance dengan beberapa kata kunci : titik nadir, realis, sebuah buku yang terbaca : meditic.com/download/Rework_PDF_Jason_Fried.pdf, tepatnya di halaman 8, juga ttg kegagalan, mimpi, dan ekspektasi.
hm.. semacam resonansi..
resonansi antara sesama fatalis kah? hmm, tidakkah ini mengerikan
Salam kenal…..
Fatalis itu sama dengan Apatis nggak ya ??
bagaimana dengan … Pasrah … ?
semoga kita semua bukan orang yang Fatalis …
Ikhtiar itu harus …
walaupun hasilnya … sepenuhnya kekuasaan NYA
salam saya