Kenapa Malas Naik Angkutan Umum???

Bayangkan kita sedang terjebak di jalanan macet. Panas, pusing, polusi dimana-mana. Kendaraan bermotor memenuhi jalan raya. tidak ada celah untuk bergerak.Bernafas pun jadi susah karena asap buangan kendaraan bermotor seakan telah menguasai udara sekitar kita. Mau maju nggak bisa, mundur apalagi. Entah hanya perasaan saya atau memang ini kenyataan. Saya rasa jumlah pengendara kendaraan pribadi bermotor semakin banyak tiap harinya. Apa lagi sekarang banyak anak sekolah yang menggunakan lebih memilih menggunakan motor daripada angkutan umum. Semakin banyak kendaraan pribadi digunakan, semakin tinggi sumbangsih kita dalam menambah polusi udara. Kalau jaraknya dekat, Kenapa nggak naik angkutan umum aja? Apa sih yang bikin kita males naik angkot…? kira-kira ini alasannya:

ANGKOT ITU PANAS…..
Yaiyalah panas, lha wong nggak ada AC nya. Lagian tarif angkot kan murah. Apa yang kita bayar sebanding dengan fasilitas yang kita dapatkan. Kalau mau adem ya naik taxi aja, atau naik becak aja deh. Kan adem juga kena angin sepoi-sepoi :mrgreen:

ANGKOT ITU JALANNYA NGAWUR…
Angkot memang terrkenal dengan kebiasaan Serobot sana-sini, ngebut sembarangan, parkir seenaknya, berhenti di tempat yang tidak seharusnya. Tapi engga semua supir angkot punya tabiat seperti itu, ada juga yang sopan berkendara. Yaah, namanya juga manusia. Banyak ragamnya. Tiap hari driver angkot berpacu dengan yang namanya “kejar setoran”. Ini salah satu penyebab para driver angkot serobot sana sini dijalanan. Demi mengejar setoran. Belum lagi kalau musim liburan sekolah seperti ini pasti makin susah cari penumpang. Biasanya pengendara kendaraan pribadi akan kesal dengan tabiat supir angkot yang seperti ini, tapi cobalah mengalah. Mereka itu kan ngejar setoran, sedangkan kita tidak. Jadi lebih baik beri kesempatan pada mobil angkot untuk melaju mendahului kita.

OVERCROWDED CAR…
Pak supir angkot pasti akan berkata, “TUJUH EMPAT! TUJUH EMPAT!” yang artinya 7 orang bisa duduk di sisi kanan, dan 4 orang bisa duduk di sisi kiri. Normalnya, sekali muat mobil angkot mampu menampung +- 13 orang penumpang; 11 orang di kursi belakang, dan 2 orang duduk di samping pak supir. Tapi nggak jarang juga pak supir angkot memaksa kapasitas penumpang lebih dari itu. Dengan cara nambahin bangku sheet (ilustrasi box warna merah) di dalam dan di luar menghadap pintu. Nggak jarang juga ada yang bergelantungan di depan pintu. INI KAN BAHAYAAA. Angkot yang sempit jadi semakin sempit deh :( . Jadinya para penumpang di jejalkan layaknya barang-barang. Kambing aja nggak mau dijejalin, lha ini malah manusia dijejalkan dipaksa memenuhi angkot. Sekali lagi, hal ini dilakukan untuk mencapai target setoran mungkin …

Apa semua angkot seperti ini? Hmm, tidak juga sih. Tergantung supir angkotnya juga. Angkot overload kayak gini, membahayakan nggak ya???saya pribadi sih belum pernah menemui kejadian kecelakaan angkot disebabkan overload penumpang . tapi, please pak ! jangan maksa menuhin tempat kalau memang nggak muat  :(

AROMA THERAPHY KHAS ANGKOT…
Sudah tertulis jelas ada stiker DILARANG MEROKOK ditempel di pintu angkot. Tapi tetap saja ada penumpang yang ngerokok di dalamnya. Sadarkah anda? Kalau asap rokok yang anda hasilkan mengandung 3x lipat bahan pemicu kanker diudara, dan suatu tempat yang dipenuhi asap rokok adalah tempat yang lebih berbahaya daripada terjebak polusi di jalan raya yang macet… mau protes juga nggak enak, apa lagi kalo yang merokok itu pak supirnya sendiri. Ckckck.

Yang menarik, terkadang di dalam angkot dapat terjadi interaksi sosial antara sesama penumpang dengan berbagai latar belakang. Ada pelajar, mahasiswa, ibu-ibu yang mau ke pasar, karyawan, pengamen. Pernah saya satu angkot dengan seorang ibu-ibu, beliau bercerita kepada saya dan (walaupun kami nggak saling kenal) orang disebelah saya tentang pengalaman beliau 2X kecopetan waktu naik angkot. Modusnya bermacam-macam. Si Ibu bilang beliau seperti kena hipnotis, sampai akhirnya beliau menyerahkan semua uang hasil dagang selama seminggu. Ludes semua uang hasil kerja keras beliau. Dua kali ibu ini kena copet di dalam angkot. Ibu itu bilang, kalau misalnya ada yang tiba-tiba mukul pundak kamu, kamu pukul balik aja. Kalo engga’, kamu bisa kena “gendam”. Soalnya hipnotis itu akan berhasil pada orang yang pikirannya sedang kosong, atau bisa juga pada saat orang itu menepuk pundak kita, lalu kaget. Maka ada jeda waktu sekitar sepersekian detik dimana pikiran kita akan kosong. Dan disaat itulah para pelaku mulai melancarkan aksi menghipnotis alam bawah sadar kita.

Ya, alasan diatas sengaja saya kumpulkan dari pengalaman pribadi sekaligus pendapat teman-teman saya mengenai angkot. Dan karena alasan itu juga yang bikin males naik angkot. Mungkin jika sarana angkutan umum dapat diperbaiki sehingga bisa memberikan rasa nyaman dan aman bagi para pengguna, masyarakat jadi tidak ragu lagi untuk lebih memilih angkutan umum daripada kendaraan pribadi. Karena dengan begitu polusi di jalanan dapat dikurangi dan menciptakan lingkungan yang nyaman dan aman bagi kesehatan.
Karena dengan menggunakan angkutan umum kita dinilai sudah berpartisipasi dalam mengurangi polusi udara dari asap kendaraan bermotor, mengurangi macetnya jalan raya.

Hmmm kapan ya angkutan umum di Indonesia bisa jadi alat transportasi yang nyaman?