saya tidak hendak mendewakan Blog. tidak pula berniat koar-koar mengatakan,”blog itu tempat menulis yang ideal”. padahal, berapa banyak sih dalam seminggu kita benar-benar ketemu dengan kondisi yang benar-benar ideal? tidak pula saya akan menjanjikan akan rajin terus menuliskan ihwal “perjalanan” dalam entitas “catatan kaki”. kondisi empirisnya, tidak semua peristiwa bisa dicatatkan.
Tag Archives: blog
Ikhtisar Virtual

Bertahan menulis di ruang virtual (blog), bagi saya, sebenarnya cukup aneh. Kita berhadapan dengan “manusia imaji”. Kita mengenal pemikiran-pemikiran mereka, namun tak menjamin kenal pribadi seutuhnya. Kita berteman, namun tak pernah berjabat tangan. Kita bercanda, namun tak pernah dengar tawa seutuhnya. Segala bentuk emosi diwakili oleh entitas emoticon.
Aneh, unik, menarik, sekaligus misterius.
Tetapi ada masanya mengenal manusia melalui pemikiran tertulis lebih “menjamin” daripada mengenal secara fisik namun dengan interaksi komunikasi terbatas. Di dunia nyata kita mengenal, namun tak pernah berbincang. Kita berjabat tangan, tapi tak saling tanya kabar. Kita bertatap muka dengan segala bentuk ekspresi, tapi tak menjamin sedemikian pula isi hati.
Nyata, berwujud, namun asing di dalamnya.
Lantas, sebenarnya kita hidup di alam yang mana? Virtual nan berkesan? Atau nyata yang terasing?
~AN~
*two years writing on a virtual place.
Why Are You Blogging ?

picture taken from blog.belajarsitti.com
Menulis belum jadi kegiatan yang populer. Banyak orang suka membaca tapi tidak semua pembaca suka menulis. all writers read, some readers write.
Beberapa teman melontarkan pertanyaan pada saya, “nda, kamu ngapain sih ngeblog? Buat apa sih nulis-nulis di tempat virtual gitu?”
Saya blogging karena saya ingin nulis. Saya nulis karena saya suka. Tapi blog lebih dari sekedar kegiatan tulis-menulis. Aktifitas blogging itu meliputi tiga hal; writing, reading, dan social networking. Bagi saya, Blog lebih dari sekedar social network. Ia berbeda dengan media micro-blogging seperti; facebook, twitter, friendster, dankawankawannya. Memang sama-sama media apresiasi, tapi blog lebih hebat lagi.
Kalau saya menganggap blog seperti sebuah perusahaan penerbitan. Direkturnya saya, penulisnya juga saya, designer layout juga saya, manajernya lagi-lagi saya sendiri. Saya adalah pemilik dari media publikasi massa elektronik ini. Semua isi dari media ini menjadi tanggung jawab saya sebagai penulis sekaligus editor. Narsis banget ya
narsis diblog sendiri sah-sah saja, kok. Asal narsisnya bertanggung jawab lho ya.. Continue reading