Pesta Bandeng 2009

bandeng1-elanguages.org

welcome to pesta BloggerBandeng 2009.

bukan hanya blogger saja lho yang punya pesta, tapi bandeng juga punya pestanya sendiri.

”loh, apa maksudnya?”

salah satu tradisi masyarakan Gresik di penghujung Bulan Ramadhan adalah mengadakan pesta rakyat; satu diantaranya yaitu Pasar Bandeng. Pasar bandeng ini hanya diadakan satu tahun sekali setiap malam 28-29 pada penghujung bulan Ramadhan.

”apanya yang menarik dari pasar bandeng? tiap hari di pasar tradisional juga dijual ikan bandeng kan?”

ikan Bandeng yang dijual di Pasar Bandeng ini Berbeda dari Bandeng yang di jual di pasar tradisional di hari-hari biasa. sekitar lebih dari 200 pedagang ikan bandeng membuka stan di sepanjang Jl. Samanhudi, Gresik. Dan yang jelas, Bandeng yang dijual juga Bukan Bandeng Biasa, dengan ukuran dan berat yang luar biasa pula. mulai dari bandeng kecil dengan berat 1kg hingga bandeng-bandeng berukuran raksasa antara 7kg hingga 15 kg. WOW! Bandeng sebesar itu memang khusus dipelihara oleh petani tambak untuk acara tradisi tahunan ini, bahkan dari bandeng-bandeng jumbo itu ada yang sampai berusia tahunan. Bandeng-bandeng ini diadatangkan langung dari seluruh penjuru pertambakan kota Gresik. mulai dari Kecamatan Manyar, Kecamatan Bungah, Kecamatan Ujungpangkah, Sidayu dan Panceng. Serta Kecamatan Tambak dan Kecamatan Sangkapura yang berada di Pulau Bawean.

acara lelang bandeng 2008

acara lelang bandeng 2008

untuk Bandeng dengan ukuran raksasa akan diiku

tkan dalam acara lelang. Bandeng yang terjual di acara Lelang tersebut laku terjual hingga puluhan juta Rupiah. Misalnya saja seperti yang diliput oleh Jawapos tahun 2008 lalu saja, dalam lelang bandeng di depan kompleks pertokoan Multi Sarana Plaza (MSP) di Jl Gubernur Suryo september 2008 itu, panitia lelang berhasil meraup Rp 79,5 juta.

Uang puluhan juta tersebut hasil melelang tujuh ekor ikan bandeng. Ukuran terbesar 15,38 kilogram dan terkecil 7,80 kilogram. Bandeng terbesar laku Rp 15 juta, setinggi 100 sentimeter dengan lingkar badan 45 sentimeter. Bandeng seberat 7,80 kilogram laku seharga Rp 10 juta.

Acara pasar bandeng ini sudah menjadi tradisi masyarakat Gresik di penghujung bulan ramadhan. entah sejak kapan tradisi ini lahir, tidak ada yang tahu pasti.

sumber gambar:

jawapos.com

karleb2

untuk Bandeng dengan ukuran raksasa akan diikutkan dalam acara lelang. Bandeng yang terjual di acara Lelang tersebut laku terjual hingga puluhan juta Rupiah. Misalnya saja seperti yang diliput oleh Jawapos tahun 2008 lalu saja, dalam lelang bandeng di depan kompleks pertokoan Multi Sarana Plaza (MSP) di Jl Gubernur Suryo september 2008 itu, panitia lelang berhasil meraup Rp 79,5 juta.

Uang puluhan juta tersebut hasil melelang tujuh ekor ikan bandeng. Ukuran terbesar 15,38 kilogram dan terkecil 7,80 kilogram. Bandeng terbesar laku Rp 15 juta, setinggi 100 sentimeter dengan lingkar badan 45 sentimeter. Bandeng seberat 7,80 kilogram laku seharga Rp 10 juta.

Dinding-dinding Lodewijk

Ada yang pernah dengar nama Pulau Mengare?

Ada yang tau juga benteng yang bernamakan Lodewijk?

jika belum,silahkan baca …. :green:

Di wilayah Kec.Bungah Kab.Gresik, Propinsi Jawa Timur, terdapat sebuah tempat yang namanya Pulau Mengare. Letaknya itu ada di sisi sebelah utara Pulau jawa, dan sangat dekat sekali dengan selat Madura.

Tetapi, Pulau Mengare saat ini bisa dibilang sudah tidak ada lagi….

” loh, koq bisa? apa terkikis oleh abrasi air laut? atau tanahnya dikeruk habis sama manusia? ”

jadi begini ceritanya,,,,,,

“ Awalnya Mengare merupakan sebuah pulau yang terletak di muara Sungai Bengawan Solo lama. Dan karena besarnya beban Endapan yang dibawa oleh sungai tersebut, menyebabkan majunya garis pantai setiap tahun ke arah laut pun cukup cepat, sekitar 10-15 meter per tahun. Akibatnya Mengare yang pada awalnya sebuah pulau kini telah menyatu dengan Pulau Jawa.”

”O…. Jadi begitu ceritanya. Truz, apa yang spesial dari Pulau Mengare itu?”

Di pulau Mengare ini, tepatnya di Pantai Binting terdapat sebuah Benteng peninggalan bangsa Portugis yang bernama Benteng Lodewijk.

sebelum menemui situs Bentang Lodewijki, jalur masuk menuju Mengare sendiri sebenarnya hanya berupa sebuah jalur panjang pematang Tambak yang di beri pavingstone. Lebar jalan ini seingat saya kira-kira hanya cukup untuk satu mobil dan satu motor. (coba bayangkan kalau ada dua buah mobil yang berjalan dari arah berlawanan…)

jalan

Jalan pematang Tambak yang dipavingstone menjadi jalur utama menuju desa mengare. sepanjang kiri-kanan jalan adalah areal pertambakan

mengunjungi tempat berdirinya situs Benteng Lodewijk ini tidaklah mudah. satu-satunya jalan yang saya tahu, yaitu melalui jalur air menggunakan perahu tradisional nelayan setempat.

perjalanan menuju pantai benteng lodewijk menggunakan perahu tradisional nelayan

perjalanan menuju pantai benteng lodewijk menggunakan perahu tradisional nelayan

sepanjang perjalanan menyusuri muara sungai menuju pantai letak Benteng Lodewijk, akan ditemui deretan hutan Bakau hijau nan indah.

setelah menempuh perjalanan sekitar 15-20 menit, akhirnya sampai juga di Pantai Benteng Lodewijk.

Di sebelah selatan Benteng mengalir sungai Cemara dan Sisi timur benteng inimembentang selat Madura.

Menurut catatan sejarah kolonial Inggris, disebutkan bahwa Benteng Lodewijk berdiri di ujung sebuah endapan lumpur yang menjorok kearah selat Madura sejauh 1400 yard dari Pulau Mengare. Dan dari hasil survei, benteng ini mempunyai denah berbentuk persegi panjang. Sejauh ini, baru ditemukan sebuah pintu masuk ke dalam benteng yang posisinya ada di tembok sisi sebelah selatan benteng. Menurut keterangan dari sumber tertulis, hasil survei menunjukkan bahwa Benteng Lodewijk memiliki denah berbentuk empat persegi panjang. Bastion (bangunan pertahanan) yang tersisa hanyalah dua buah, yaitu yang ada si sudut barat laut dan barat daya. sementara Bastion lainnya yang ada di sudut timur laut dan tenggara telah hilang terkena abrasi.

Namun, pada bagian dalam benteng sendiri sulit dijangkau dan ditelusuri, karena tertutup oleh tumbuhan yang sangat lebat.

Keadaan Benteng Lodewijk yang merupakan situs sejarah ini sangat memperihatinkan. Bentuk fisik dari Benteng sudah tidak utuh lagi, Dindingnya telah mengalami pelapukan akibat abrasi air laut, dinding benteng pun banyak yang roboh dan tinggal puing-puingnya saja.

jika tidak ada penanganan khusus yang lebih lanjut, Benteng Lodewijk ioni bisa-bisa hanya akan tersisi puing-puingmya saja. sayang sekali jika situs bersejarah Benteng Lodewijk ini dibiarkan hancur tak bersisa. padahal situs benteng Lodewijk ini kan salah satu sumber sejarah yang penting. saya yakin masih banyak yang belum mengetahui keberadaab benteng LOdewijk ini, selain iti, informasi dyang didapat mengenai benteng inipun masi sangat sedikit. Pemerintah daerah khususnya Dinas pariwisata seharusnya memberi perhatian khusus pada situs Benteng Lodewijk ini…. :(

Nb:

artikel mengenai Benteng Lodewijk ini dibuat berdasarkan Karya Tulis Ilmiah yang dibuat oleh (Arinda N.L, Elvira Saris, Fath Isandy , M. Fath El Allam, Rizki Vivianti. )  dengan judul:

” Peremajaan Pantai Benteng Lodewijk di Pulau Mengare Sehingga Dapat Menjadi Objek Pariwisata di Kabupaten Gresik?”

karya Tulis Ilmiah dibuat dengan menggunakan metode pengamatan secara langsung dan juga pengumpulan data dari tabloid wisata Gresik, Interview secara langsung dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Gresik, serta Interview dengan narasumber penduduk desa Mengare.

pasir pantainya tertutupi oleh hamparan kulit kerang sehingga menjadikannya nampak berwarna putih

pasir pantainya tertutupi oleh hamparan kulit kerang sehingga menjadikannya nampak berwarna putih

dari atas dinding benteng Lodewijk

dari atas dinding benteng Lodewijk

sisi benteng lodewijk terletak di pesisir pantai menghadap selat Madura

salah satu sisi benteng lodewijk terletak di pesisir pantai menghadap selat Madura

benteng lodewijk terletak di pantai utara P.Jawa yang dikelilingi hutan bakau

pantai tempat benteng lodewijk berdiri terletak di pantai utara P.Jawa yang dikelilingi hutan bakau

dinding yang hancur akibat abrasi ombak

sisa dinding yang hancur akibat abrasi ombak

dinding benteng Lodewijk

dinding benteng Lodewijk

kota santri?

apa yang ada di pikiran anda ketika mendengar sebutan “kota santri” ?
sebuah kota yang santun dan asri…
penuh dengan aura-aura dan nafas religius….

Gresik punya julukan sebagai kota santri, julukan ini tentunya mengartikan sebuah konotasi positif. Tapi, apa benar?
Apakah gresik masih layak disebut sebagai kota santri?

grissee

grissee


sebut saja salah satu sudut kota gresik. coba anda berkunjung di Bunderan GKB yang lokasinya ada di pintu gerbang masuk perumahan GKB (Gresik Kota Baru),
tepatnya pada malam minggu.
anda akan menemukan sebuah pemandangan yang tidak sedap,

belasan pasangan muda mudi berjajar di sepanjang pinggir jalan sepanjang taman. Ada yang duduk di bawah pohon, yang mengesankan mereka sebagai sosok penampakan
ada pula yang duduk berdua dengan asyiknya di atas motor.
Dan jumlahnya tak hanya satu,

saya tidak perlu manggambarkan kegiatan mereka sevcara spesifik

belasan pasangan it berjejer, dan menimbulkan pemandangan yang TAK SEDAP DIPANDANG.
Tidak kah mereka PUNYAMALU?
menjadikan diri mereka tontonan publik yang tak pantas …

mungkin ini juga bisa dikatakan sebagai pengaruh globalisasi?! dimana budaya “negatif” dari sudut lain dunia mulai meracuni pemuda-pemuda bangsa ini… ?

jadi,
masihkah julukan KOTA SANTRI pantas melekat untuk Gresik saya tercinta ?