Motivasi Positif

Kamu sering ikut seminar, pelatihan,? Apa tujuan kamu buat ikut pelatihan?

Kata si a: “saya ingin mendapat ilmu dan pengalaman baru dari pelatihan ini.”

Kata si b: “saya ingin mendapat banyak kenalan dan teman baru”

Kata si c: “saya ingin mendapat sebuah perubahan dalam diri saya”

“itu saja? “

Lalu apa jadinya jika setelah pelatihan ini, setelah seminar ini kamu tidak mendapatkan apa yang kamu inginkan???

Satu theater menjawab kompak,”Kecewa”

Barangkali dalam sebuah proses mencari ilmu kita sering mendapatkan diri kita terpuruk dalam kekecewaan. Kira-kira apa yang menyebabkan kita kecewa? Mari kita telusuri lebih mendalam. Kecewa adalah perasaan manusiawi yang timbul secara alamiah sebagai akibat dari tidak tercapainya keinginan. Dengan kata lain kecewa itu timbul karena rasa ingin mendapatkan.

Lalu, Sampai dinama batas kekecewaan itu akan berakhir? Bukankah sifat manusia yang tidak pernah puas terhadap sesuatu yang didapatkan akan berdampak pada kekecewaan tiada akhir? Sampai kapan kita mau terus-terusan kecewa? Kita akan sangat sering mendapati diri kita dalam kekecewaan karena keinginan berlebih untuk mendapatkan.

Sebelum melangkah lebih lanjut dalam proses pencarian ilmu, proses belajar,  mari kita tata kembali motivasi kita. Akan jadi lebih baik rasanya jika motivasi keinginan untuk mendapatkan kita ganti dengan motivasi untuk memberikan, untuk berbagi, share what we understand about. Dalam berbagi, jangan menunggu sampai kamu punya cukup banyak ilmu untuk dibagikan. Berbagilah dalam sekecil apa pun ilmu yang kamu miliki.” Karena esensi berbagi terletak pada manfaat dari hal yang kamu bagikan, bukan seberapa banyak yang kamu bagi.

Ok, finally seperti biasanya. Pendapat saya tidak sepenuhnya benar juga tidak sepenuhnya salah. So, if you have another opinion about this topic, please share it on the comment box below. Thank you for your coming guys, see u next post J

Semoga bermanfaat … :)

Spirit 45: waktunya berubah

bendera merah-putih17 agustus. Tepat hari ini negeri kita tercinta Indonesia merayakan hari ulang tahunnya yang ke 64. Lazimnya kita memberikan sebuah “kado” ketika seorang sahabat dan orang yang kita sayangi “menggenapkan usia” (baca: ulang tahun). Lalu, kado seperti apakah yang akan saya atau anda berikan untuk negeri kita tercinta ini?

Memang bukan jam dan cincin, bukan juga seikat bunga atau puisi, juga bukan kalung hati :D

“trus kado seperti apa? Atau jangan-jangan sama sekali nggak kepikiran untuk ngasi kado buat ibu pertiwi yang sedang berulang tahun ini ?”

susah juga ya, karena yang mau dikasi kado ini bukan sesosok manusia yang punya kegemaran khusus yang bisa disesuaikan dengan isi kado. . .

Continue reading