Eyang Shakespeare dan Bahasa Jawa

pernah terlintas dalam pikiran saya hal-hal simpel dan konyol seperti ini, “kenapa buku diberi nama buku?”

“kenapa pensil namanya pensil?”

“siapa sih yang pertama kali memberi nama-nama itu? dan kenapa harus diberi nama itu?”

sampai saat ini belum ada yang bisa menjawab pertanyaan konyol itu pada saya..

:mrgreen:

ingat tidak, eyang buyut Shakespeare pernah bilang:

“What’s in a name? that which we call a rose.

By any other name would smell as sweet; So Romeo would, were he not Romeo call’d, Retain that dear perfection which he owes.

Without that title. Romeo, doff thy name, And for that name which is no part of thee. Take all myself. “

jadi, menurut eyang buyut Shakespeare, mawar tetaplah mawar walaupun namanya diganti kaos kaki tetap saja jadi bunga yang harum dan indah. :D

history of java

lain Eropa, lain pula Asia. lain Willam Shakspeare, lain pula orang jawa. dalam bahasa jawa, kosakata sepertinya ”tercipta” atau “diciptakan” sesuai dengan wujud dan kebiasaan benda-benda tersebut.

hal ini bisa bertolak belakang dengan pernyataan eyang shakespeare mengenai “what’s Name?”

Continue reading

Spirit 45: waktunya berubah

bendera merah-putih17 agustus. Tepat hari ini negeri kita tercinta Indonesia merayakan hari ulang tahunnya yang ke 64. Lazimnya kita memberikan sebuah “kado” ketika seorang sahabat dan orang yang kita sayangi “menggenapkan usia” (baca: ulang tahun). Lalu, kado seperti apakah yang akan saya atau anda berikan untuk negeri kita tercinta ini?

Memang bukan jam dan cincin, bukan juga seikat bunga atau puisi, juga bukan kalung hati :D

“trus kado seperti apa? Atau jangan-jangan sama sekali nggak kepikiran untuk ngasi kado buat ibu pertiwi yang sedang berulang tahun ini ?”

susah juga ya, karena yang mau dikasi kado ini bukan sesosok manusia yang punya kegemaran khusus yang bisa disesuaikan dengan isi kado. . .

Continue reading