apa yang ada di pikiran anda ketika mendengar sebutan “kota santri” ?
sebuah kota yang santun dan asri…
penuh dengan aura-aura dan nafas religius….
Gresik punya julukan sebagai kota santri, julukan ini tentunya mengartikan sebuah konotasi positif. Tapi, apa benar?
Apakah gresik masih layak disebut sebagai kota santri?

grissee
sebut saja salah satu sudut kota gresik. coba anda berkunjung di Bunderan GKB yang lokasinya ada di pintu gerbang masuk perumahan GKB (Gresik Kota Baru),
tepatnya pada malam minggu.
anda akan menemukan sebuah pemandangan yang tidak sedap,
belasan pasangan muda mudi berjajar di sepanjang pinggir jalan sepanjang taman. Ada yang duduk di bawah pohon, yang mengesankan mereka sebagai sosok penampakan
ada pula yang duduk berdua dengan asyiknya di atas motor.
Dan jumlahnya tak hanya satu,
saya tidak perlu manggambarkan kegiatan mereka sevcara spesifik
belasan pasangan it berjejer, dan menimbulkan pemandangan yang TAK SEDAP DIPANDANG.
Tidak kah mereka PUNYAMALU?
menjadikan diri mereka tontonan publik yang tak pantas …
mungkin ini juga bisa dikatakan sebagai pengaruh globalisasi?! dimana budaya “negatif” dari sudut lain dunia mulai meracuni pemuda-pemuda bangsa ini… ?
jadi,
masihkah julukan KOTA SANTRI pantas melekat untuk Gresik saya tercinta ?