24 hours

Ba’da survey dari salah satu lokasi pasar tradisional di Surabaya, Ming menghampiri saya lantas berbagi cerita:

“Tadi aku dapat inspirasi dari bapak-bapak di pasar. Beliau bilang gini,

Dalam sehari terdapat 24 jam yang hendaknya dapat dipergunakan kita sebagai manusia menjadi 3 bagian dg baik..
8 jam untuk bekerja,,
8 jam untuk istirahat,,
dan 8 jam sisanya untuk BERIBADAH..

Karena itu, kadang-kadang saya heran jika ada orang yang terlalu berlebihan menggunakan jatah waktu 24 jam untuk terus-terusan bekerja mencari uang.”

~MING~

Doraemon, Can You Turn Back The Time ?

Bagi kamu, hal berharga apa yang tidak bisa digantikan, diperbaiki, ditambah, ?

UANG?

CINTA?

ILMU?

KELUARGA?

Mungkin dulu guru SD saya lupa bilang kalau selain minyak bumi, batu bara, dan bahan tambang lainnya ada satu hal lain jika sudah dipakai tidak akan pernah bisa diperbaruhi kembali. Atau jangan-jangan guru SD saya sengaja membiarkan kami menemukan sendiri jawabannya. Agar kami lebih paham esensinya jika kami menemukan jawaban dari proses pencarian. Sayangnya muridnya ini terlambat menyadari betapa berharganya waktu. Belasan tahun saya hidup tapi hingga sekarang belum bisa menjadi manusia manfaat.

Bagaimana kamu memperlakukan waktu? Sebagai makhluk ekonomi kita anggap waktu adalah uang, bagi seorang entrepreneur waktu adalah peluang. Bagi seorang pelajar waktu adalah ILMU.

Bicara mengenai waktu terhubunglah imajinasi saya tentang cita-cita, visi, ambisi, dan tentunya tak lepas dari masa lalu. Dan sangat tidak terasa sekali sampailah dipenghujung masehi. Sementara terlampau banyak visi belum ter-realisasi. Jatuh lagi, bangun lagi, jatuh lagi, dan bangun lagi namun masih banyak visi yang masih menjadi mimpi.

Berapa banyak waktu saya buang? Sementara tidak ada BABAK PERPANJANGAN WAKTU dalam hidup ini. Sekali waktu terbuang, seribu kesempatan tersia-siakan.

Can I turn back the time? Maybe Doraemon can.

Mungkin bagi Nobita dan Doraemon, waktu hanya sebagian kecil dari permainan. Mau merubah masalalu, masuk saja ke laci di meja belajar nobita. setting waktunya, dan terbanglah Nobita ke masa lalu. Atau bukan tak mungkin kalau Fujiko F Fujio (pengarang karakter Doraemon) punya impian memiliki mesin waktu lalu merubah sesuatu di masa lalunya. Mungkin masa kecilnya seperti tokoh Nobita *ah, Cuma hipotesa saya*. Kemudian ia mewujudkan imajinasinya dalam bentuk karakter doraemon. Tetapi, apakah Nobita di abad 22 yang ingin merubah masa kecilnya yang kurang bahagia dapat terwujud? Nyatanya tidak bukan? Bahkan Nobita menjadi selalu tergantung dengan bantuan Doraemon. Hal yang positif kah menurutmu? Ok. Terserah apa kata doraemon.

Tapi mari kita melihat dari sisi lain dari pesan tersirat yang ingin disampaikan  Fujiko Fujio Continue reading