Why Are You Blogging ?

 

picture taken from blog.belajarsitti.com

Menulis belum jadi kegiatan yang populer. Banyak orang suka membaca tapi tidak semua pembaca suka menulis. all writers read, some readers write.

Beberapa teman melontarkan pertanyaan pada saya, “nda, kamu ngapain sih ngeblog? Buat apa sih nulis-nulis di tempat virtual gitu?”

Saya blogging karena saya ingin nulis. Saya nulis karena saya suka. Tapi blog lebih dari sekedar kegiatan tulis-menulis. Aktifitas blogging itu meliputi tiga hal; writing, reading, dan social  networking. Bagi saya, Blog lebih dari sekedar social network. Ia berbeda dengan media micro-blogging seperti; facebook, twitter, friendster, dankawankawannya. Memang sama-sama media apresiasi, tapi blog lebih hebat lagi.

Kalau saya menganggap blog seperti sebuah perusahaan penerbitan. Direkturnya saya, penulisnya juga saya, designer layout juga saya, manajernya lagi-lagi saya sendiri. Saya adalah pemilik dari media publikasi massa elektronik ini. Semua isi dari media ini menjadi tanggung jawab saya sebagai penulis sekaligus editor. Narsis banget ya :D   narsis diblog sendiri sah-sah saja, kok. Asal narsisnya bertanggung jawab lho ya.. Continue reading

Tertarik Karena…

reading

image from: Google

Sambil nunggu antrian panjang menghadap dosen wali untuk proses validasi FRS , mumpung ada waktu luang iseng saja nih saya bikin analisa. kira-kira hal apa yang bikin  pembaca betah berlama-lama tenggelam dalam tulisan kita, atau memutuskan “menghabiskan”  sebuah tulisan ?

Nah, dari pengalaman saya sebagai penulis pembaca, berikut adalah alasan yang menjadi point ketertarikan saya terhadap sebuah tulisan. berikut ini analisa dari perspektif saya sebagai pembaca

1. Emotional Touch

salah satu tujuan dari menulis adalah, untuk mengkomunikasikan pemikiran kepada orang lain. Ketika seorang penulis mampu membangun sebuah emotional touch dalam tulisannya, artinya ia telah berhasil membangun komunikasi dengan pembaca. Emotional touch menjadikan tulisan seperti punya nyawa, memberi daya tarik yang berkesan, dan tentu saja membuat pembaca betah berlama-lama tenggelam dalam gagasan penulis.

2. Humor Sense
Bercanda bisa bikin otak fresh. Sisipan humor pada sebuah tulisan akan memberi kesan segar dan menghibur. Tapi sayangnya tidak banyak penulis yang bisa “melucu” dalam tulisan. Sebuah tulisan tidak harus 100% berisi humor, sisipan humor diantara pembicaraan serius bisa jadi salah satu daya tarik tersendiri. Menurut saya, selera humor itu bakat alami.

3. Kritis dan Analitis

analisis dalam sebuah tulisan bisa menunjukkan seperti apa penulisnya. Pembaca bisa memperoleh banyak info dari jenis tulisan seperti ini. (dari banyak blog saya baca, hanya beberapa saja yang punya gaya ,menulis seperti ini) . Saya menyebut mereka penulis cerdas. cerdas karena mereka mampu membawa analisis (yang biasanya membosankan) ke dalam tulisan yang menarik dibaca orang. Banyak orang memiliki pemikiran cerdas, tapi tidak banyak yang bisa menuliskannya.gaya analitis dan kritis sering saya temui di kolom Opini surat kabar.

Bagi saya, menyenangkan bisa menyusuri jalan pemikiran orang. Kita bisa Membandingkan persepsi dan perspektif mereka dengan pemikiran kita. Penulis dengan gaya tulisan kritis dan analitis seolah memberi kita kesempatan menyusuri pemikiran mereka lebih dalam.

4. Inspiratif

sebuah tulisan disukai karena punya sisi inspiratif. Penulis mampu membuat pembaca tergugah motivasinya hanya dengan membaca rangkaian kalimat dalam paragraf.
Saya menyebutnya tulisan bijak.

“kita tidak bisa memberi sesuatu yang tidak kita miliki, seseorang yang mampu membuat tulisan bernilai inspiratif pasti punya pribadi yang inspiratif dalam kenyatannya” -kata saya-

5. Berisi tapi ringan

tentu saja tulisan disukai karena isinya. Tetapi tidak banyak orang bisa menuliskan “gagasan berisi” dengan gaya bahasa ringan.

***
ini sekedar catatan pemikiran saya. “Tidak ada nilai mutlak kebenaran suatu pendapat.”
kalau menurut kamu, tulisan yang menarik itu seperti apa sih ? ada yang mau nambahin? :)

~AN~

MIMESIS

Usai sudah pergolakan pesta tahun baru. Marak didengungkan resolusi awal tahun. seolah menginterpretasikan semangat perubahan pada diri masing-masing individu. Pergantian tahun menyisakan euforia tersendiri dan spesial bagi sebagian orang. Bagaimana dengan sebagian lainnya?

Yang menganggap terompet tahun baru sebagai bisingnya polusi suara, dentuman kembang api tak ubahnya perusak keindahan alami malam, penggusur bunga tidur. Suara knalpot bising anak muda tak lebih dari upaya pemborosan energi juga penyebab meningkatnya emisi karbon planet bumi. Jutaan penduduk menggandrungi euforia tahun baru. Padahal Tanpa ada tiupan terompet, tanpa pesta kembang api, tanpa sahutan bising knalpot, tanpa asap motor yang bikin sesak napas penduduk kota, pergantian baru akan tetap bergulir. Satu berpesta, semua turut serta berkontribusi dalam sebuah acara pemborosan. Tidakkah ada cara lebih baik dari sekedar pesta pemborosan? Semua orang pesta-pora menyambut pergantian sepuluh menjadi sebelas. Dimana letak esensi sebuah pesta penyambutan 11 ???

Mereka mendengungkan perubahan ekonomi, politik, dan perubahan diri individu di tingkat paling kecil. Berubah, berubah, berubah! Satu berubah, semua turut serta. sebuah sirine tanda pesta perubahan diwakili dengan dibunyikannya  terompet tahun baru. Terompet, pesta, fireworks, konser tak lebih dari sebuah MIMESIS tahun baru saya rasa. Berubah tidak ada salahnya. Apalagi Hijrah dari keadaan kurang baik menjadi lebih baik adalah hal baik. Tetapi berubah tak perlu menunggu tahun berganti. Tidak turut serta pesta bukan berarti saya terlambat berubah. Berubah tak butuh terompet, cukup motivasi, niat, usaha, dan tindakan nyata.

Pribadi, Saya merasa tidak perlu latah berpesta-pora. Masih lebih baik hibernasi daripada menghabiskan waktu di tengah kota sembari menghirup sesaknya karbon monoksida knalpot kendaraan bermotor. Setidaknya dengan berhibernasi, mematikan lampu kamar, hemat listrik, hemat BBM, hemat energi. Saya tidak ikut serta dalam kegiatan pemborosan energi minyak bumi. Kegiatan berbau kapitalisme dan hedonisme.  Biar saja semua penduduk belahan bumi ber-euforia malam itu, menghitung berakhirnya detik-detik pergantian tahun.  saya tetap dengan kegiatan hibernasi malam hari. Tidak perlu menjadi Latah dengan tradisi orang-orang. Biar saya memaknai berubahnya angka dengan cara saya sendiri.

Berubah dari sekarang,

memulai  detik baru,

menit baru,

jam baru,

hari baru,

Karena pembaharuan tak perlu menunggu 10 menjadi 11.

~AN~

 

*mimesis
[n Sas] tiruan perilaku atau peristiwa antarmanusia

Doraemon, Can You Turn Back The Time ?

Bagi kamu, hal berharga apa yang tidak bisa digantikan, diperbaiki, ditambah, ?

UANG?

CINTA?

ILMU?

KELUARGA?

Mungkin dulu guru SD saya lupa bilang kalau selain minyak bumi, batu bara, dan bahan tambang lainnya ada satu hal lain jika sudah dipakai tidak akan pernah bisa diperbaruhi kembali. Atau jangan-jangan guru SD saya sengaja membiarkan kami menemukan sendiri jawabannya. Agar kami lebih paham esensinya jika kami menemukan jawaban dari proses pencarian. Sayangnya muridnya ini terlambat menyadari betapa berharganya waktu. Belasan tahun saya hidup tapi hingga sekarang belum bisa menjadi manusia manfaat.

Bagaimana kamu memperlakukan waktu? Sebagai makhluk ekonomi kita anggap waktu adalah uang, bagi seorang entrepreneur waktu adalah peluang. Bagi seorang pelajar waktu adalah ILMU.

Bicara mengenai waktu terhubunglah imajinasi saya tentang cita-cita, visi, ambisi, dan tentunya tak lepas dari masa lalu. Dan sangat tidak terasa sekali sampailah dipenghujung masehi. Sementara terlampau banyak visi belum ter-realisasi. Jatuh lagi, bangun lagi, jatuh lagi, dan bangun lagi namun masih banyak visi yang masih menjadi mimpi.

Berapa banyak waktu saya buang? Sementara tidak ada BABAK PERPANJANGAN WAKTU dalam hidup ini. Sekali waktu terbuang, seribu kesempatan tersia-siakan.

Can I turn back the time? Maybe Doraemon can.

Mungkin bagi Nobita dan Doraemon, waktu hanya sebagian kecil dari permainan. Mau merubah masalalu, masuk saja ke laci di meja belajar nobita. setting waktunya, dan terbanglah Nobita ke masa lalu. Atau bukan tak mungkin kalau Fujiko F Fujio (pengarang karakter Doraemon) punya impian memiliki mesin waktu lalu merubah sesuatu di masa lalunya. Mungkin masa kecilnya seperti tokoh Nobita *ah, Cuma hipotesa saya*. Kemudian ia mewujudkan imajinasinya dalam bentuk karakter doraemon. Tetapi, apakah Nobita di abad 22 yang ingin merubah masa kecilnya yang kurang bahagia dapat terwujud? Nyatanya tidak bukan? Bahkan Nobita menjadi selalu tergantung dengan bantuan Doraemon. Hal yang positif kah menurutmu? Ok. Terserah apa kata doraemon.

Tapi mari kita melihat dari sisi lain dari pesan tersirat yang ingin disampaikan  Fujiko Fujio Continue reading