Dari Rumah Tembakau sampai Jalan Gula

Saya heran jika teman-teman memilih mall sebagai tempat traveling refreshing. Mau lihat apa sih,  di mall? Saya bisa prediksikan, betapa Membosankannya melihat pemandangan baju-baju di gantungan, muter-muter naik-turun eskalator dengan suasana dinginnya udara sejuk khas AC. kalau saya lebih suka bergaul dengan panasnya surabaya daripada harus thawaf muterin mall ngeliatain gantungan baju..

Tidak jauh dari lokasi Jembatan Merah Surabaya berdiri sebuah Museum berbasis sejarah industri, namanya Museum house of sampoerna. Keberadaanya sebagai tempat wisata berbasis museum sejarah cukup mendapat apresiasi pengunjung, karena alasan itulah tempat ini bisa dibilang menjadi salah satu museum bernasib baik, lantaran museum lain di surabaya jarang mendapat apresiasi kunjungan sebaik museum ini.

Saya pribadi lebih suka menyebutnya sebagai rumah tembakau karena seketika setelah kamu membuka pintu masuk museum, aroma tembakau kering dan cengkeh langsung menusuk hidung. Harum aroma cengkeh dan tembakau seperti ini yang dahulu pernah menarik orang-orang eropa, lantas membangkitkan nafsu kolonialisme di benaknya. Mereka rela melakukan ekspedisi maut menyusuri samudera demi rempah-rempah nusantara kita. Hanya demi sekarung cengkeh, ambisi menguasai, dan kekayaan  nyawa mereka pertaruhkan sementara nurani mereka abaikan. Loh, kok jadi ngomongin penjajah..?!? kembali ke rumah tembakau. Continue reading

Ritme kehidupan

agaknya sedikit berbelit-belit di luar sini. tugas yang melilit otak saya, pengkaderan tak kunjung usai (bahkan kata senior belum dimulai, tapi tugasnya udah aneh-aneh), sampai dengan beberapa urusan yang agaknya merepotkan. ya, memang kesibukan adalah bagian dari ritme kehidupan. *sepertinya sekarang saya mulai sok jadi orang sibuk* saya memang sedikit menjauhkan diri dari blog ini.alasannya? beradaptasi kawan :) saya sedang beradaptasi dengan ritme baru. membangun mimpi-mimpi baru. setelah mimpi yang lama hancur lebur tiada sisa.
ditengah segala hal yang saya sebut dengan “kesibukan”, saya sadar begitu banyak hal kecil di sekitar saya yang nampaknya sering terabaikan. keindahan ritme kehidupan di sisi yang lain. dan kini saya menyempatkan diri mengabadikannya dalam potret iseng kamera seadanya. saya beri judul…

ALBUM RITME KEHIDUPAN

“merah-putih” @ Diesnatalis ITS 2010

“young generation spirit” ketika mahasiswa membangun idealisme mereka…

“jamur kayu di institut tengah sawah” bahkan jamur tak pernah protes meski harus hidup di atas tumpukan sampah organisme lain :)

“sleeping cat” percayalah, kenikmatan tidur tak dapat dibeli dengan uang

‘reach the sky, absorb the suns’ fotosintesis

Sensus Pendatang Baru?

Surabaya timur, 23 September 2010

Sekitar ba’da isya ada sekelompok bapak-bapak dan polisi berkostum hijau mendatangi rumah kost kami. Spontan Saya kaget! Awalnya saya pikir bapak-bapak itu mau merazia sepeda motor, atau kalau tidak ya razia narkoba lah. Saya ya tenang-tenag saja lha wong saya bebas dari narkoba dan juga saya bukan pencuri sepeda motor :D

Eh, ternyata dugaan saya salah. Waktu itu kebetulan sekali saya mau keluar buat nge-print tugas. Sebelum keluar gerbang kost ditegur sama bapak-bapak baju hijau tadi,

bapak baju ij0, “mau kemana mbak? Mbak bawa KTP”

Saya,iya pak, saya bawa (tanpa curiga saya keluarkan KTP dari dompet). Ini pak”

Bapak baju ijo(BJI),” asli Gresik ya mbak?”

Saya, “iya pak”

BJI,” sudah berapa lama nge-kost disini?”

Saya,”baru aja pak. Saya kan maba. Baru 2 bulan”

BJI,”gini mbak, kami dari pemerintah kota sedang mengadakan survey penduduk di surabaya. Tujuannya untuk mendata pendatang baru di surabaya ini mbak”

Saya,” tujuannya untuk apa pak?”

BJI,” ya untuk survey mbak, survey pendatang baru. Kan ini habis lebaran”

Saya,” oh, yang seperti di jakarta itu kah?”

BJI,”iya mbak, betul”

Saya,”peraturan baru ya, pak?koq saya nggak tau?trus KTP saya mau diapain???”

BJI,” KTP mbak sama yang lainnya ini mau saya bawa dulu sampai mbak nanti bikin surat keterangan tinggal sementara di surabaya. Caranya mbak nanti bikin surat pengantar di RT,RW, trus mbak bawa surat pengantar itu ke kecamatan.”

Saya,” trus kapan KTP saya dikembalikan? Kalau saya butuh gimana?

BJI,”kan nanti tanggal 4 mbak ke kecamatan buat ngurus surat tinggal, nah itu nanti KTP mbak dikembalikan”

Saya,” wahhh! Saya sibuk pak! Hari senin itu saya ada kuliah dari pagi sampai soree. Dari jam tujuh sampai jam lima soree! Trus saya ngurusnya gimana donk pak?masa ga ada tenggang waktu? Kan ini mendadak juga bapak ngasih taunya??”

BJI,” harus tanggal 4 mbak! Kalo nggak gitu ntar disuruh ke pengadilan”

*seremm! Masa tiba-tiba saya disuruh ke pengadilan kalo telat? Kalo di pengadilan ada makelar kasus gimana??? Hwaaah! Piye ikii :( *

Saya,”ngurusnya itu BAYAR ga pak?

BJI,”wahh saya NGGAK TAU MBAK!”

*disini saya mulai bingung. Saya di surabaya kan tujuannya jelas untuk kuliah. Sudah ada KTM (kartu tanda mahasiswa) lha trus kenapamasih disuruh bikin surat keterangan tinggal sementara???? Kan sudah jelas saya di sini mau kuliah pak.. Trus kenapa harus bayar? Koq bapaknya nggak tau pembayarannya itu berapa rupiah????? *

*males berdebat sama bapak baju ijo tadi, akhirnya saya tinggal aja bapak tadi. Dan KTP saya beserta anak 1 kost yang jumlahnya puluhan tadi disita!!!! *

Haduuuh, Help me GOD…