Bertanya pada Cermin


Suatu ketika saya dalam keadaan stres berat. Gak nafsu makan, rambut acak acakan, mata berkantung karena berhari-hari lupa bagaimana rasanya tidur.
Lalu saya berdiri pada sebuah cermin persegi yang tertempel pada lemari di dalam kamar.
Argh! ! ! !

Makhluk apa yang ada di dalam cermin itu? udah jelek ! bau! kusut!

pantesan aja orang-orang bilang saya serupa monster. Mungkin saja kalau hari itu tidak bercermin, saya jadi tidak akan tahu seburuk apa rupa saya๐Ÿ˜€

Bisa dibilang cermin itu benda yang paling jujur. dia memantulkan bayangan benda di depannya dengan jujur. kalo jelek, ya jelek aja. kalo bagus maka ia tampilkan dengan keindahan yang tidak dibuat-buat. cermin sedikitpun tidak mau bohong. ia tampakkan dan katakan apa adanya. ia tunjukkan semua kekurangan dan kelebihan.

jadi ingat kalo udah lama nggak “bercermin”. jadi aku tak tahu keadaan diri ini yang sebenarnya. jujur banget sih cermin…

mirror

ah, cermin… sepertinya harus sering bercermin. . . Karena dengan bercermin akan bisa menilai berbagai sisi dari diri ini. Jelek kah? Baik kah?

tetapi ada kalanya cermin itu menjadi buram karena jarang digunakan. mungkin karena takut terlihat jelek di depan cermin, atau sudah merasa punya wujud yang paling sempurna. sehingga dirasa-rasa tak perlu lagi bercermin. sehingga suatu ketika kita butuh cermin untuk bercermin, maka apapun yang terpantul jadi terlihat buram dan jauh dari wujud asli .

kalau sudah begini, cermin harus dibersihkan. agar bisa menampakkan sosok yang sebenarnya dari diri kita.

cermin yang buram akan membentuk penilaian yang salah dalam diri kita. Yang seharusnya baik jadi nampak buruk. Begitu juga sebaliknya. Bahkan cermin yang buram menjadikan kita ragu apakah bayangan di cermin itu benar-benar diri kita yang sebenarnya?

Jadi, semakin sering kita bercermin. Maka kita akan semakin kenal sosok yang sebenarnya dari diri kita. Tapi jangan lupa membersihkan cermin dari berbagai macam debu dan noda yang tertempel. Agar cermin mampu merefleksikan bayangan yang sesungguhnya…

33 thoughts on “Bertanya pada Cermin

    1. anla Post author

      Asal jangan pake cermin cekung atau cembung aja. . . Malah berantakan wujud qt =D

      iya ni, cari blogging experience yang baru aja๐Ÿ˜€
      syukron๐Ÿ™‚

      Reply
  1. geRrilyawan

    betul kata septa…cermin itu nggak sepenuhnya jujur. yang kiri dibilang kanan…yang kanan dibilang kiri๐Ÿ™‚

    link kamu sudah saya pasang…(kemarin ngajak tuker link kok nggak ngasih link-nya sih, saya jadi minta tolong mbah google tuh….๐Ÿ˜€ )

    Reply
  2. aancahpati

    Asalamualaikum
    cermin…? cermin sebagai cermin dalam kehidupan ini, kalau bagus ia nampak bagus, dan jelek di juga nampak jelek, tapi juga membingungkan kanan dibilang kiri, kiri dibilang kanan. seperti sifat manusia
    slm kenal.

    Reply
  3. Anla

    Tengkyu buat semua sahabat yang sudah rela terjebak di cermin saya. . .๐Ÿ˜€

    alright guys let’s begin
    komuter-
    kalo kaca spion agak cekung, trus terlalu kecil. Kurang puas bercerminnya.
    Hehehe terimakasih mau berbagi spion dg saya. . .๐Ÿ˜€

    javanese-
    ayuk bercermin๐Ÿ˜€

    aji-
    cerminnya diturunkan dulu saja, atau pake cermin yang kecil . . .
    Makasi ya. . .๐Ÿ™‚

    bocahbancar-
    yupz benar sekali. Bercermin. Melihat diri kita lebih dalam.

    Mbk. V –
    udah belum ya mbak?
    InsyaAllah sudah. . .๐Ÿ™‚

    bang septa,-
    mas han,-
    mas gerrilya-
    seperti apa kt mas aan, cermin terkadang sama membingungkannya dg manusia. cermin tetaplah cermin.Cermin Cuma bertugas memantulkan bayangan di depanx sama besar . Haduh apa tuh istilah kerennya dalam fisika? Lupa lupa lupa. . . .

    Aancahpati-
    kenapa manusia membingungkan ya?
    Salam kenal juga. . .๐Ÿ™‚

    kawanlama-
    cermin tak mampu menjawabnya, tetapi diri kita lah yg menjawabnya. . .

    Mr.Cantigi-
    sabar. . . .๐Ÿ˜€

    Reply
  4. angga chen

    memang kita harus slalu bercermin pada setiap sikap dn sikap kita..dengan begitu kita bisa menutup segala kekurangan dan keburukan yang nempel pada diri kita….artikelnya bagus ….thanks ya

    Reply
  5. Kurotsuchi

    cermin hanya memberitahukan refleksi diri kita dengan cara yang objektif. dan sikap kita untuk mendengarkan perkataan si cermin kadang jadi subjektif.

    Reply
  6. Anla

    Kurotsuchi-
    begitulah manusia, tergantung bagaimana kita bisa jujur pada diri sendiri.

    kalau cermin bisa ngomong gimana ya. . . . .
    Tengkyu dan salam kenal. . .๐Ÿ™‚

    kartika –
    salam kenal juga, dan terimakasih telah datang di catatan kaki saya. . . .

    Angga-
    terimakasih kembali๐Ÿ™‚

    hmcahyo-
    iya pak, monggo diunjuk . . .๐Ÿ™‚

    Reply
  7. mahardhika

    cermin cermin di dinding katakanlah siapa yang paling cantik di dunia ini (hehehe jadi inget film kartun kesukaanku)… yah seperti yang sering orang katakan, sebelum kita melihat kesalahan orang lain maka bercerminlah dulu dan lihatlah kesalahan diri sendiri.๐Ÿ™‚

    Reply
  8. alamendah

    Salam kenal,

    cermin memang gak punya karep apa-apa. Gak butuh di puji. Gak butuh dibenci.
    Semua disampaikan apa adanya.
    Andai ada yang seperti itu, ya?…

    Reply
    1. Anla

      Jadi inget ungkapan. . . Tanyakan pada rumput yg bergoyang. Rumput bisa ngomong ya?๐Ÿ˜€
      cerminx snow white disney bisa ngmg kan. . .๐Ÿ˜€

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s