Eyang Shakespeare dan Bahasa Jawa


pernah terlintas dalam pikiran saya hal-hal simpel dan konyol seperti ini, “kenapa buku diberi nama buku?”

“kenapa pensil namanya pensil?”

“siapa sih yang pertama kali memberi nama-nama itu? dan kenapa harus diberi nama itu?”

sampai saat ini belum ada yang bisa menjawab pertanyaan konyol itu pada saya..

:mrgreen:

ingat tidak, eyang buyut Shakespeare pernah bilang:

“What’s in a name? that which we call a rose.

By any other name would smell as sweet; So Romeo would, were he not Romeo call’d, Retain that dear perfection which he owes.

Without that title. Romeo, doff thy name, And for that name which is no part of thee. Take all myself. “

jadi, menurut eyang buyut Shakespeare, mawar tetaplah mawar walaupun namanya diganti kaos kaki tetap saja jadi bunga yang harum dan indah.😀

history of java

lain Eropa, lain pula Asia. lain Willam Shakspeare, lain pula orang jawa. dalam bahasa jawa, kosakata sepertinya ”tercipta” atau “diciptakan” sesuai dengan wujud dan kebiasaan benda-benda tersebut.

hal ini bisa bertolak belakang dengan pernyataan eyang shakespeare mengenai “what’s Name?”

coba perhatikan kosa kata dalam bahasa jawa di bawah ini :
Sepur = asepe metu dhuwur (asapnya keluar dari atas)krikil = keri ing sikil

guru = digugu lan ditiru

garwa = sigaraning nyawa (belahan jiwa)

maling = njupuk amale wong sing ora eling

Kodok = teko-teko ndodok (baru datang langsung jongkok)

gelas = tugel angel di las (patah, susah disambung)

kosa kata bahasa Jawa di atas, dalam pepak Bahasa Jawa disebut dengan “KERATA BASA”
jadi kesimpulan saya, rasanya sebuah kosa kata tidak muncul dengan begitu adanya, atau hanya kebetulan saja.

karena setiap nama pastilah mempunyai makna

dan kodok tidak akan bernamakan kodok kalau baru datang tidak langsung jongkok.

bener gak ya???

:mrgreen:

39 thoughts on “Eyang Shakespeare dan Bahasa Jawa

  1. alamendah

    (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    yang punya blog gak boleh nimbun pertamax buat dirinya sendiri.

    Selamaaaaat akhirnya update juga.
    Dalam budaya jawa, nama mempunya arti yang sangat urgen. Sebagi penanda suatu peristiwa ataupun sebagai doa dan pengharapan, dll.

    Reply
  2. larejawi

    kalau semua nggak perlu nama.
    gimana kalo kita akan menyebut satu benda.
    apa kita mesti menjabarkan panjang lebar dulu mengenai bentuknya, jenisnya, aromanya dsb…
    repot juga ya…:mrgreen:

    iya.. pasti repot ya, untuk itulah arti sebuah nama🙂

    Reply
  3. dan

    >Bahasa jawa memang unik seperti orangnya..🙂 katanya wong jawa memang pinter menghubung-hubungkan…
    >Nama memudahkan kita berkomunikasi dan mengenal. Bahasa merupakan suatu keajaiban penciptaan.
    >Allah berfirman: “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini.” Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: “Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?” (lih.QS.2.Al-Baqarah:33) lihat pula ayat sebelumnya.
    >Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui. (lih.QS.30.Ar-Ruum:22)
    >Bahsa Arab juga unik, lihatlah contoh berikut: cinta dalam bahasa Arab: mahabbah berasal dari kata hubb, yang akar katanya ada 5 makna: 1.putih bersih (Bagian gigi yang putih bersih disebut habab al-asnān), 2.tinggi dan tampak (Bagian tertinggi dari air hujan yang deras disebut habab al-māi), 3.terus menerus dan menetap (Unta yang menelungkup dan tidak bangkit-bangkit dikatakan habb al-ba’īr), 4.inti atau saripati sesuatu (Biji disebut habbah, Jantung hati, kekasih, orang yang tercinta disebut habbat al-qalb), 5.menjaga dan menahan (Wadah untuk menyimpan dan menahan air agar tidak tumpah disebut hibb al-māi)
    -maaf kalau komen ini terlalu panjang..🙂

    B.Arab kan katanya bahasa yang Grammar nya paling lengkap ..
    terimakasih, komentarnya cerdas🙂

    Reply
  4. Edi Psw

    Kosa kata bahasa jawa itu sebenarnya sangat banyak sekali, jika dibandingkan dengan bahasa lain. Bahasa jawapun ada golongan-golongannya, ada jawa bahasa jawa halus, ada bahasa jawa kasar atau ngoko, dan banyak lagi.

    yupz.. benar sekali. Ayo lestarikan B.Jawa!!!

    Reply
  5. mahardhika

    hehehe analogi yg masuk akal juga…..
    postingan yg asyik nie rin, singkat padat jelas : ^_^

    singkat, soalnya udah kehabisan IDe, gak tau mau dilanjut kaya’ apa lagi..
    hohoho

    Reply
  6. kidungjingga

    akhirnya posting juga an… heheh… (ssstt… padahal saya pun ga posting2 ya…?)

    he’eh.. finaly… ayo teh, posting lagi lagi lagi dan lagi….

    Reply
  7. indra java

    Wah jadi inget waktu sekolah di JAwa dulu, Belajar Kerata Basa, sama huruf Hanacaraka,😆
    Seru…

    iya, memang seru… tepi sekarang B.jawa tidak masuk dalam kurikulum pembelajaran di SMA😦

    Reply
  8. andipeace

    siang.
    saya juga pernah terlintas akan hal itu ” siapa yang pertama kali memberi nama kalo itu sebuah gelas..kalo itu adalah manusia dan kalo itu se’ekor kucing??? “… kembali dalam fikiran bisa dibilang masuk akal bisa dibilang kurang logis.. saya berpendapat bahwa jawaban dari pertanyaan-pertanyaan saya ato mbak anla…jawabanya adalah ( al-Qur’an )saya berpendapat semua yang ada dibumi jagat raya ini uda tertulis dalam al-Qur”an.hehehehe sok teu ya saya…eitssss : cuma berpendapat lhooo…

    saya mau tanya kalo bahasa indonesianya kenyoyok ( bahasa jawa ) itu apa ya????hehehe soalnya saya sendiri orang jawa tapi nggak tau.hehehe (dasar dodol)

    salam hangat

    Al-Quran adalah sumbernya Ilmu pengetahuan, jadi belum ada yang bisa mengalahkan Al Quran kan?
    “KENYONYOK” apa ya?
    ehm…
    waduh, mungkin tidak ada dalam kosakata B.Indo mungkin ya?:mrgreen:
    coba liat kamus B.Jawa aja deh😀

    Reply
  9. dan

    Bahasa Indonesia tulisannya menggunakan tulisan latin. Bahasa Jawa mempunyai Aksara Jawa. Bahasa Indonesia dahulu / Bahasa Melayu pernah ditulis dengan tulisan Arab dan dikenal dengan tulisan Arab Melayu, tulisan Arab tetapi berbahasa Melayu.

    Reply
  10. Bahauddin Amyasi

    Yah, bagaimana pun sebuah nama pasti memiliki khas tersendiri. jadi bukan berarti tidak bermakna alias pakai nama apapun tetap sama. Itulah kemudian kenapa Allah pertama kali mengajarkan Nabi Adam dengan nama-nama terlebih dahulu…

    Salam kenal ya,….

    hmmm…
    ya begitulah adanya, karena itu filosofi eyang shakespeare tidak berlaku dalam bahasa jawa…
    salam kenal juga..🙂

    Reply
  11. achoey

    wah wah wah
    kalimat terakhirmu itu
    bener bgt
    tapi kalo kodoknya jalan sambil beridiri
    apa percaya🙂

    salam persahabatan

    kalo sambil berdiri bukan kodok namanya😀

    Reply
    1. Hariez

      huahahahahaaa….bener An bener hahaha..btw ide menulis Anla yang ini saya suka banget Na..sungguh hahahaha sangat enak dibaca😀

      -salam- ^_^

      iseng saja sih , hihihi

      Reply
  12. haris

    tiap bahasa tentu punya keunikan. tapi apa yg kamu sampaikan tentang sejumlah kata jawa bs jadi hanya reka-reka-an.😀

    bukan rekaan, tapi “Kerata Basa”.😀

    Reply
  13. bocahbancar

    HHmm…Bener-bener, tapi kalo yang istilah seperti itu di Bahasa Jawa memang diajari dech, dulu pelajaran mengenai apa ya saya juga lupa. yang jelas bukan menjelaskan asal-usul pembentukan kata, mungkin memang Kodok bisa disebut kodok lantaran teko-teko ndodok, namun kan tidak semuanya kata bisa dipanjangkan seperti itu, kalo menurut saya malahan itu merupakan sastranya orang2 terdahulu, yakni mencari kepanjangan dari setiap kata sehingga kata tersebut pas dengan falsafah bahasa Jawa he he he…

    Sudah lama tidak mampir euy🙂 Yo opo kabare Rek…

    kabarnya apik mas😀
    sastra…
    hmmm benar juga ya,:mrgreen:

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s