Melepas kebencian


Suatu ketika, saya menghadapi situasi ketika perasaan benci begitu meluap-luap dalam hati saya.  Suatu keadaan dimana emosi dan pikiran saya serasa mendidih,terkekang, dan meluap-luap tiap kali rasa benci itu muncul. Tentunya ada sebab dan alasan yang menjadikan saya begitu benci terhadapnya.

Benci. timbul dari kompilasi rasa kesal, kecewa, marah dan terkumpul menjadi Benci.BENCI? rasa yang membelenggu kebebasan hati untuk bisa mensyukuri indahnya dunia. benci yang teramat dalam, segenap rasa yang mungkin juga timbul akibat rasa kecewa sebagai efek samping karena hati kita telah disakiti?.

kalau cinta itu sedemikian indahnya, maka benci ini sedemikian buruknya.

sebagai manusia biasa yang banyak kurangnya, saya pernah merasakan kebencian seperti itu. ketika sesuatu telah menyakiti hati, meluluh lantakkan, menyentuh titik terlemah. benci itu seperti gumpalan kotor yang bersemayam dalam hati dan harus disingkirkan dari hati,

tapi, untuk apa kita memelihara BENCI di dalam hati?

bukankah semakin kita membenci, semakin sulit hati ini untuk kembali merasakan kebebasan. bebas untuk bahagia, bebas untuk merasakan indahnya ikhlas, bebas untuk selalu bersyukur dengan apa yang kita dapatkan dalam hidup.

apalah untungnya memelihara kebencian dalam diri kita. lepaskanlah kebencian yang sedang atau pernah mengusik di hatimu.

mungkin yang saya rasakan sekarang, hanya dengan memaafkan kita bisa menghancurkan belenggu kebencian dalam diri kita 

^_^

57 thoughts on “Melepas kebencian

  1. omiyan

    ya dan benci adalah sumber dari segala penyakit ayan akan timbul

    itu sering diignetin ma istri istilahnya sabar aja dan ikhlasin apa yang terjadi dengan diri kita

    Reply
  2. peyek

    kalau cinta itu sedemikian indahnya, maka benci ini sedemikian buruknya.

    Tak ada diskripsi jelas mengenai cinta, begitu juga dengan benci, berapa banyak sudah cinta itu ditulis dalam puisi, lagu, lukisan, drama, tapi tak satupun mampu mendeskripsikan cinta dengan jelas dalam bahasa yang mudah dimengerti, dan cinta pada akhirnya mungkin tak ingin dimengerti. demikian juga dengan benci. Karena cinta dan benci adalah paradoks.

    Cobalah lihat, apa beda cinta dan benci, semakin kita mencinta semakin kita ingat dia, demikian juga dengan semakin membenci kita maka bayangannya terasa semakin jelas bukan?.

    Reply
  3. KangBoed

    😆😆😆😆😆

    RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk

    MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank

    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

    Reply
  4. Cerita Inspirasi

    bukankah semakin kita membenci, semakin sulit hati ini untuk kembali merasakan kebebasan. bebas untuk bahagia, bebas untuk merasakan indahnya ikhlas, bebas untuk selalu bersyukur dengan apa yang kita dapatkan dalam hidup.
    –> luv this words.. ^^
    thanks buat inspirasinya yah..

    Reply
  5. kidungjingga

    “hanya dengan memaafkan kita bisa……”

    mau tau ga bagian memaafkan yang tersulit? ternyata memaafkan diri sendiri loh… (at least buat saya sendiri)

    Reply
  6. radesya

    Hidup memang butuh keseimbangan, terkadang kita memang harus merasakan benci tapi jangan terlalu benci. Karena kita punya rasa benci maka kita bisa merasakan cinta ^^

    Reply
  7. yemima grace

    Memangg klo sudah kenal sama yang namanya sangat sulit bagi kita untuk memafkan seseorang..
    tetapi lebih baik rasanya, klu saling memaapkan,,,
    sehingga tidak ada lagi yang namanya permusuhan

    Reply
  8. hanhan

    Jika kita dapat memaafkan diri kita sendiri kita pasti dapat memaafkan orang lain, karena semua kembali dari diri kita masing-masing…. dan tidak ada salahnya untuk tetap memaafkan….🙂

    Reply
  9. batjoe

    wah emang susah ngelepas benci didiri manusia tp mash bisa diredam kok..
    salam hangat dan maaf baru muncul kembali semoga selalu dalam lindungan Allah SWT. amin

    Reply
  10. julianusginting

    semakin benci..semakin sayang..hehee…yang pasti keduanya dibutuhkan tapi porsinya berbeda…hehe..salam kenal

    Reply
  11. Pingback: demikian menurutku tentangmu .. dalam hal ini « komuter jakarta raya

  12. Asop

    Iya, benar. Untuk apa memelihara kebencian dalam hati?
    Malah merugikan kita sendiri. Bisa membuat pikiran ini ga jernih dalam bertindak. Ujung2nya nafsu amarah duluan yang bertindak.😦

    Reply
  13. Rully

    Kebencian lama2 bs hilang jg.. Dengan ikhlas dan melakukan terbaik u/ qt sendiri.. Utamany ikhlas krn itu bikin hati jd tenang..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s