Gmail Salah Tangkap


Tanyakan pada anak statistika gimana ribetnya bikin modul. Ketika otak dipaksa menginterpretasikan kurva, grafik, tabel kedalam bahasa-bahasa formal *katanya* khas TA dengan susunan yang sistematis, dan segala macam probabilitas yang harus diperhitungkan dengan cermat, deadline yang mecekik. Setelah di-print kamu harus merelakan mudul yang dibuat susah payah itu harus dicoret-coret dengan tinta merah oleh asdos tercinta. Tapi disitulah letak seni membuat modul. Deadline mengejar menyerbu, Mengaktifkan otak secara maksimal, memadukan seni merangkai kata dengan tuntutan keakuratan sains menjadi bait-bait probabilitas dalam statistika. Because sometimes we perform best under pressure.

Sebenarnya saya bukan bermaksud menuliskan sistematika penulisan modul, pengalaman bikin modul *karena saya sangat tidak berpengalaman*, atau segala sesuatu yang berhubungan dengan modul. Tapi karena pikiran saya dipenuhi dengan modul, maka yang tertuang dalam tulisan ini jadi serba modul. *halah*

Ok. Itu Cuma pembukaan, dan ini adalah inti dari tulisan saya kali ini.:mrgreen:

SPAM.

Saya tidak paham benar cara kerja google mail dalam menjaring surat elektronik yang masuk ke inbox saya. Terutama bagaimana cara kerja gmail melakukan filter terhadap email-email spam untuk selanjutnya mengkarantinanya ke dalam kotak spam. Lantas, parameter apa saja yang menjadi acuan gmail untuk menghakimi sebuah email termasuk dalam spam atau tidak?. Yang saya amati selama menggunakan fasilitas gmail adalah seringkali email-email bukan spam yang dikirim oleh teman saya, bisa-bisanya masuk ke dalam kotak spam? Agak menyebalkan jika email-email penting yang berhubungan dengan modul harus masuk spam sehingga saya anggap email belum masuk ke inbox sehingga teman saya marah-marah. Apakah ada kaitannya antara persaingan yahoo dan google? Yang notabene email-email tersebut dikirim menggunakan account yahoo milik teman saya. Atau ….

Ada yang bisa memberi pencerahan pada saya?

Oh ya, ada satu lagi. Secara mengejutkan saya mendapati email dari redaksi ITS yang juga bernasib sama: masuk ke dalam kotak spam.

Tertulis di kolom paling bawah email nama Bahtiar Rifa’i Septiyansyah. Seorang penulis buku 25 mahasiswa inspitratif sekaligus bagian dari Tim Redaksi ITS. Entah bagaimana bisa penulis berbakat terasah seperti beliau bisa nyasar ke blog saya yang amburadul ini.:mrgreen:

Semoga kelak saya bisa menghasilkan tulisan-tulisan yang bagus dan bermanfaat seperti beliau. *ngimpi* amiin.

15 thoughts on “Gmail Salah Tangkap

    1. An

      In english euy. Jadi inget pak dion, bu endang, bu khalila, pak wahyu, pak mukti. Hehe
      *buka google translate ah. . .

      Siap meluncur!
      Matur suwun pencerahannya. . .😀

      Reply
    2. An

      Dulu d smansa Pak dyon kalo ngasi tugas TIK ya aneh2 gini. Trus mentang2 rsbi harus in english juga
      Hehe,
      ga nyambung memang.

      *peace. . .

      Kalo yahoo banyak spam masuk inbox.
      Nah gmail malah email normal ikutan masuk spam😀
      haha. Aneh

      Reply
    1. An

      Eh tapi pus, memahami psikologis manusia itu lebih susah daripada menginterpretasikan angka-angka.
      Ya ga?😀

      jangan gitu, ntar di ujung semester km pasti dapet matkul statistika.
      Enjoy ya ntar. Dijamin puyeng. Hahaha

      Reply
  1. Asop

    Luar biasa, artinya google telah berhasil meng-indeks blog ini dengan baik, makanya Pak Bahtiar (lelaki ‘kan?) bisa nyasar ke blog ini.🙂

    Reply
  2. Bahtiar RS

    Aslam,

    Kalau saya menduga. Sepertinya kesalahan email itu terjadi karena diskontinuitas antara satu elemen dengen elemen lain, yang bersambung pada perbedaan dimensi antar fluida di sekitar putaran boks karburator, sehingga semua imel dianggap spam.

    *hehehehe…*

    Kayak begini dibilang penulis berbakat. Penulis nggak nggenah iki jenenge. he3.

    Tetap semangat menulis. Mulai detik ini, aku jadi salah satu fansmu dik!

    BRS

    Reply
    1. An

      Wah wah, justru saya ini pengagum tulisan mas Bah.

      Aduh fluida, itu penjelasannya sudah berbau teknik dan kapal diikuti dengan fisikanya mbah buyut newton, einstein, dkk. Ndak mudheng saya.
      *peace. . .

      kalo mas Bah aja nggak nggenah, gimana saya coba?
      Ancur dah.
      Hehe:mrgreen:

      Reply
  3. Tika We

    Dear An,

    Thanks for your visit. Salam kenal juga ya..

    Email dari Mas Bah itu terkirim dengan sampling acak sederhana, populasi berdistribusi Poisson. So, kamu beruntung jadi salah satu yg dapet email beliaunya. Yes, he’s the great one.

    Well, keep writing, keep sharing!

    ya, dan mempunyai regresi dan korelasi berdistribusi kontinu.
    hahaha,
    thanks for visiting my blog mbak tika🙂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s