Si Pembunuh Motivasi


Saya pernah menulis sepenggal pargraf tentang motivasi sebelumnya. Motivasi positif, niat positif, tindakan positif, insyaAllah berbanding lurus dengan hasil yang positif juga. Ibaratnya motivasi itu seperti bahan bakar mesin mobil. Biarpun mobilnya bagus, spesifikasi dinamis, sasis aerodinamis tidak akan bisa lari kalau tangki bahan bakarnya kosong. Sama saja dengan manusia seperti kita ini.

Sebenarnya tidak sulit mendapatkan injeksi motivasi. Yang sulit itu bagaimana menjaga motivasi tetap konstan tersimpan dalam diri kita. misalnya saja waktu mengikuti pelatihan / seminar. Trainer dengan suksesnya membangkitkan motivasi dan semangat saya. Sampai menggebu-gebu seakan apa pun rintangan yang dihadapi di dunia luar nanti tak gentar saya hadapi. Efeknya luar biasa. Beberapa jam setelah keluar dari ruangan training semangat saya membara. Secara drastis saya jadi lebih bersemangat dari sebelumnya. Tetapi beberapa hari kemudian atau bahkan beberapa jam setelah itu semangat dan motivasi saya sedikit demi sedikit luntur terkikis abrasi waktu.😦

Rasanya motivasi yang saya dapat di ruangan itu tadi menguap begitu saja. Evaporated like a water sea . kenapa hal itu bisa terjadi ? Mari mencoba menelusuri penyebabnya.

Kemungkinan pertama karena saya terlalu lama menyimpan motivasi tanpa segera mewujudkannya dalam tindakan nyata. Ini sering terjadi pada orang-orang tipe pemikir seperti saya. Artinya terlalu banyak mikir tapi nggak ada aksinya. Think only no action. Misalnya motivasi menulis. Suatu hari dalam sebuah acara yang memotivasi saya untuk menuliskan ide-ide dan gagasan dalam tulisan. Injeksi semangat telah diberikan. Kemudian begitu banyak ide mengalir di dalam otak saya. Semangat dan motivasi telah membangkitkan kotak ide dalam otak. Tapi hasilnya nonsense jika saya menyimpan ide tersebut hanya dalam kepala tanpa segera menuliskannya. That’s the point, evaporated like a water sea. Ibaratnya mesin mobil sudah sekelas mobil Formula 1, tangki bahan bakar juga sudah diisi, ketika dinyalakan kita malah tidak segera menjalankan mobil. Terus saja diam di tempat karena takut ketabrak dinding sirkuit balap, takut ketenggor mobil lain, takut untuk segera bertindak. Lama-lama bahan bakarnya habis ditempat tapi kita belum bergerak satu meter-pun. Nggih Sami mawon mbuju’i

Penyebab kedua, membunuh keyakinan diri sendiri. Percuma kalau orang susah payah meyakinkan kita kalau kita ini bisa. Tapi dia sendiri tidak pernah percaya akan ability and inner self.

penyebab ketiga, saya menyimpan motivasi itu untuk diri saya sendiri. Coba kalau kita membagikan motivasi yang kita dapatkan dari suatu tempat, kemudian motivasi itu kita bagikan ke tempat lain dan orang lain itu akan membagikannya ke tampat lain juga. Terus-menerus secara berkesinambungan. Bentuk motivasi kecil yang kita bagikan akhirnya menjadi besar karena telah menyebar ke banyak orang. Dan bukan tak mungkin suatu saat nanti dikala kita sedang dalam keadaan in a low motivation, orang-orang yang pernah kita beri motivasi akan memberikan motivasinya pada kita. seperti jargon IBSN* ,”BERBAGI TAK PENAH RUGI”. 🙂

Penyebab ke-empat, ke-lima…. sampai tak hingga belum saya temukan jawabannya.. monggo dicari sendiri:mrgreen:

Susahnya menjaga motivasi. Seperti itu juga motivasi menulis, motivasi kuliah, motivasi ini itu dan lain sebagainya. Menjaga memang lebih susah daripada mendapatkan.

Semoga yang sedikit dan ala kadarnya  ini bisa bermanfaat🙂

 

Catatan kaki:

*IBSN  adalah sebuah wadah insan indonesia dalam jaringan internet dengan berbagai jenis blog platform yang memiliki konsep keindahan berbagi.

24 thoughts on “Si Pembunuh Motivasi

  1. Asop

    Motivasi….
    Nih dia nih sesuatu yang penting dalam bekerja atau kuliah…
    Bahkan dalam menjalani hidup juga…
    Orang motivasi tinggi tapi ga punya kemampuan, masih bisa dilatih.
    Tapi orang punya kemampuan ga punya motivasi, susah untuk mengangkatnya…
    Dan, ya, memang menjaga motivasi dalam diri itu susah…😐

    susah, tapi harus tetap diusahakan🙂

    Reply
  2. Bahtiar RS

    Sebenarnya yang membunuh kita pelan-pelan, ya diri kita sendiri

    artinya, saya sedang bunuh diri sekarang. haha

    Reply
  3. onnosz

    dasar motivasi adalah cinta. kalau kita mencintai aktivitas yang kita lakukan, niscaya motivasi itu selalu datang…

    btw, thanks udah mampir di “gubuk” jemariku…

    wiih, cinta. berat euy bahasannya:mrgreen:
    terimakasih kembali..

    Reply
  4. midcool

    Saya terkadang memiliki motivasi untuk melakukan sesuatu, tapi malas untuk melakukannya…😆
    Yah, saya termasuk orang yang memiliki motivasi cat air, mudah luntur…🙂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s