Tanya Kenapa? Kenapa Tanya?


Andy F Noya,” mengapa anda tidak mengabdikan ilmu anda di Indonesia?” ujarnya kepada seorang ilmuan asal kediri yang berkiprah di negeri sakura. Dr.Khoirul Anwar Cuma diam sambil tersenyum, nampak ragu mau jawab bagaimana. Hening beberapa detik, hingga Bung Andy memecah keheningan,

“saya kira tidak usah dijawab karena kita semua sudah tau jawabannya” ujar Bung Andy sembari menutup acara Kick Andy episode itu.

Di atas, adalah sepenggal dialog terakhir antara Bung Andy F noya dan Dr.Khoirul Anwar seorang Ilmuan Indonesia yang sukses berkiprah di negeri Sakura. saya sengaja mencatat dialog tadi di notes ponsel sambil berdebat dalam pikiran, apa jawaban dari pertanyaan Bung Andy?  Bukan salah mereka juga saya pikir.

***

Dr.Khoirul Anwar. Laki-laki paruh baya asal kediri itu adalah pencipta sistem telekomunikasi 4G dan sudah dipatenkan di jepang. Inventor yang lahir dari keluarga petani ini mengatakan, di jepang kami deberi dana research tak terbatas. Padahal beliau jelas-jelas bukan orang jepang. Bisa kita lihat betapa pemerintah jepang memberi apresiasi tinggi kepada siapa saja ilmuan yang mau juga mampu mengembangkan inovasi teknologi.

Sama halnya dengan Dr. Khirol Anwar, ilmuan lain yang berprestasi adalah Dr. Merlyna Lim  seorang profesor di univertsitas Arizona, Amerika Serikat sekaligus mengajar di sejumlah universitas di berbagai negara bagian Amerika dan Eropa. Biarpun tinggal di Amerika research Merlyna Lim  seringkali menguunakan indonesia sebagai bahan penelitian, “mereka mau membiayai research saya biarpun itu mengenai indonesia, sedangkan di Indonesia belum tentu saya mendapatkannya” ujarnya.

Ada juga di bidang Astronomi yaitu Dr. Johny Setiawan, Berkiprah di Jerman sebagai ahli Astrofisika. Adalah penemu planet baru di sistem tata surya. Tidak tanggung-tanggung, bukan hanya satu planet yang ia temukan melainkan sekaligus sepuluh planet. Penemuannya ini mendapat decak kagum Astronom internasional.

“kenapa anda tidak mengadakan penelitian di Indonesia saja? apa kendalanya?” tanya Bung Andy

“penelitian ini butuh teleskop canggih yang belum bisa saya dapatkan di Asia Tenggara. Di Jerman saya mendapatkannya”

***

Sedikit menengok kebelakang, dulu (saya lupa kapan tanggal kejadiannya) saya sempat membaca kolom berita di jawapos mengenai  peristiwa ditutupnya Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN). Pak Habibi sempat menitikkan air mata, betapa perjuangannya membangun perusahaan produksi pesawat terbang rintisan anak negeri berakhir dengan tragis. Saya yang membaca ulasan berita tersebut di surat kabar hanya bisa terenyuh tragis.

***

Dialog talk show terakhir Kick Andy mengusik logika saya. Terlalu banyak orang-orang potensial bangsa kita yang tersia-siakan. Ilmuan di negeri yang mengaku punya kekayaan melimpah (tapi hutangnya juga tak kalah melimpah) disia-siakan tak dapat perhatian. Bukankah sebenarnya banyak anak bangsa ini yang punya potensi. Jangan salahkan mereka jika lebih nyaman berkiprah sebagai ilmuan, mengabdikan ilmu pengetahuan di negeri orang. jika di negeri sendiri ilmu mereka dianggap ocehan tanpa makna.

Di luar negeri mereka mendapat dana penelitian hampir unlimited. Kalau di negeri kita korupsinya yang unlimited. Miris! Tetapi saya pikir pasti ada alasan lain, lebih dari sekedar dana .

Ilmuan tak begitu peduli jabatan seperti politikus yang haus kursi empuk. Penghargaan terhadap ilmu serta perhatian kepada ilmu pengetahuan, itu yang mereka butuhkan.

~AN~

25 thoughts on “Tanya Kenapa? Kenapa Tanya?

  1. veera

    ya Allah… tragis.
    jangan-jangan nanti aku ngikutin jejak mereka gara-gara indonesianya begini…ckckck

    ngikutin jadi orang pinter? kalau itu monggo nduk, boleh laah🙂

    Reply
  2. bundadontworry

    duh, miris ya baca yg kayak gini.
    kok ya para ilmuwan ini, bisa hengkang krn masalah biaya.
    sebenarnya sih, dimanapun para ilmuwan atau cerdik pandai ini berada, yg penting ilmu yg mereka punya bisa diterapkan dan dimanfaatkan utk kebaikan masyarakat dunia.
    salam

    bukan hanya masalah dana, bunda. tapi disini ilmu mereka seolah kurang dihargai

    Reply
  3. gaza

    kl nanti anakku jd ilmuwan atau orang jenius, tak biarin aja eksis di negeri orang yg bener2 bisa menghargai ilmu.

    semoga ponakan saya nanti itu kembar. hehehe

    Reply
  4. Supri

    Itulah indonesia raya…
    Terlalu banyak dewan perwakilan di bumi pertiwi ini hingga kesejahteraan para ilmuwan pun d wakili. Maka’x para ilmuan handal cetakan anak bangsa lebih memilih untuk berkiprah diluar sana. Karena disana mereka lebih merasa dihargai bukan di korupsi.
    Saat malaysia merebut kebudayaan indonesia, saya sangat membencinya. Kenapa cuma kebudayaan nya saja yang direbut, kenapa gak sekalian negaranya?
    Mungkin negara ini akan lebih maju jika di tangan pemerintahan malaysia..paling kita hrs ganti KTP

    ah, tidak juga. saya tidak yakin pemimpin malaysia jika berada diposisi indonesia bisa lebih baik.
    mengurusi orang banyak lebih sulit.
    tetaplah bangga menjadi orang indonesia🙂

    Reply
  5. hanhan

    Selama ada kemauan disitu ada jalan, dan semua kemauan itu harus tulus berasal dari dalam hati…. Namun apakah negeri ini dapat menghargai apa yang kita berikan dari dalam hati…?

    Malam Anla….🙂

    kalau masalah hati itu biarlah jadi rahasia manusia dengan Sang Pencipta.
    kalau bicara negeri memang susah. pertanyaannya, sudahkah kita menghargai karya anak bangsa?
    pagi..🙂

    Reply
  6. Fahmi

    fenomena brain drain memang terjadi dari dulu Anla,, seorang engineer di Indonesia yg performance nya sama bahkan lebih dari engineer asing kebanyakan digaji lebih sedikit. ketimpangan seperti inilah yg membuat mereka berpikir keluar.. ya bukan salah mereka jg sih.. i think they deserved it..

    artinya, kita belum bisa mencintai produksi dalam negeri. salah tidak?

    Reply
  7. auraman

    saya juga menyaksikannya di TV mas, tiap kali mereka ditanyak kenapa gak di INdonesia, mereka pasti tertawa seolah mau untuk menjawabnya takut mempermalukan daerah asal mereka,.semoga saya bisa juga seperti mereka ^_^

    Reply
  8. achoey el haris

    Salam persohiblogan
    Maaf sahabat, saya baru sempat berkunjung lagi
    Ini pun memanfaatkan waktu yang sangat singkat

    Dan ternyata sama belum update🙂

    Salam persahabatan dari Bogor
    Achoey el Haris

    Reply
  9. Hafid Algristian

    sudah saatnya ilmuwan indonesia menjadi menteri. sudah saatnya orang2 berprestasi mendapatkan penghargaan tinggi atas ilmu dan apresiasinya untuk negeri.

    naikkan gaji! turunkan NH! ganti presiden! bubarkan golkar! –lho, ngelantur..-

    Reply
  10. hanyanulis

    “Penghargaan terhadap ilmu serta perhatian kepada ilmu pengetahuan, itu yang mereka butuhkan.”..saya paling suka kalimat yang itu, seakan kembali mengeskan, kalo orang2 yang pintar dan cerdas di negeri, selalu dikerdilkan oleh kekuasan politik

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s