Lima Gram : Sebuah Catatan Untuk Para Pengabdi


Catatan ini kami dedikasikan untuk segenap Bapak dan Ibu Pembina RRI, adik-adik pengurus, dewan demisioner, dan ulul albab RRI.

Jangan pernah melupakan sejarah🙂

Mendungkal ingatan Remaja Masjid Roudhotul Ilmi

Segala puji bagi Allah Swt yang senantiasa memberikan rahmat-Nya kepada hamba-Nya. Segala puji bagi Allah Swt yang telah memberikan niatan, tekad, dan kekuatan untuk menyelesaikan sebuah catatan kisah tentang Remaja Masjid Roudhotul Ilmi. Sholawat dan salam akan selalu diberikan kepada Nabi Muhammad SAW, Rasul panutan, manusia penuntun. Semoga kita termasuk dalam barisan beliau.

Pertama kali yang penulis sampaikan adalah permohonan maaf yang sebesar-besarnya terutama kapada narasumber catatan ini. Pertama mengenai waktu pencetakan yang tertunda sangat lama. Catatan ini sempat terbenam selama satu tahun dan kami gali kembali dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Lalu, isi buku yang tak dapat kami selesaikan dengan sempurna layaknya buku dipasaran. Namun, inilah yang terbaik dari kami.

Awalnya, kami berencana untuk membukukan sebuah buku sejarah yang runtut dan kronologis, layaknya sebuah cerita. Namun, keterbatasan kami dalam mengolah sumber cerita menjadikan kami berubah pikiran. Kami hanya membuat sebuah catatan kisah dari narasumber yang kami susun sedemikian rupa. Alasan lainnya adalah ketakutan kami jika tulisan yang kami rangkai nantinya mengurangi isi dari apa yang disampaikan narasumber. Isi catatan ini berupa pernyataan dan opini, serta perasaan yang dirasakan narasumber saat menjadi pengurus Remaja Masjid Roudotul Ilmi SMAN 1 Gresik. Untuk diketahui, penghimpunan materi dilaksanakan selama tahun 2009, tujuh tahun setelah generasi pertama.

Catatan ini hanyalah sebuah awal. Penyempurnaan untuk catatan-catatan selanjutnya sangatlah kami harapkan. Suatu hal yang dilakukan berulangkali, akan menghasilkan sebuah pencapaian yang mendekati kesempurnaan. Untuk itu, kami mengharap banyak masukan, saran, dan perbaikan untuk catatan ini.

Akhirnya, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada para narasumber, para penghimpun kisah, penyusun catatan, editor, pendukung finansial, dan pihak-pihak lain yang turut mendukung dan mendoakan untuk selesainya catatan ini. Kami dari penulis mengucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya terhadap sagala kasalahan yang telah kami buat. Harapan kami, catatan ini dapat menjadi motivasi, inspirasi, dan semangat juang adik-adik kami yang meneruskan estafet pengabdian di Remaja Masjid Roudhotul Ilmi. Juga sebagai pengingat pejuang pendahulu kita agar senantiasa diberi semangat berjuang dan melanjutkan dakwah di muka bumi,

Tak ada imbalan walau hanya ucapan terimakasih. Tak ada penghargaan walau hanya
sebungkus roti. Kami persembahkan catatan ini untuk para pengabdi.

Gresik, Januari 2011
TIM PENOELIS

 

DOWNLOAD DISINI

4 thoughts on “Lima Gram : Sebuah Catatan Untuk Para Pengabdi

  1. alamendah

    (Maaf) izin mengamankan PERTAMAX dulu. Boleh, kan?!
    Meski sempat tertunda setahun namun masih tetap dapat diterbitkan dalam bentuk ebook. Salut!

Comments are closed.