Menaksir Harga Mimpi


Enam bulan lalu ketika bau maba masih tercium menyengat, banyak maba mengikrarkan diri untuk sebuah perubahan besar dalam diri masing-masing. Mengemban status maba sama artinya dengan memulai hidup baru. Semua maba memulai kehidupan kampus mulai dari NOL. Adaptasi harus segera dilakukan kalau tidak mau tergilas perubahan. Seorang maba harus segera memahami ritme kehidupan kampus perjuangan secepatnya. Seperti bunyi teori seleksi alam Darwin, “Siapa mampu beradaptasi dialah yang akan bertahan hidup”. Pemikiran, perbuatan, dan segala elemen kehidupan kampus harus berjalan cepat dan tepat. Sekali mata terpejam seribu langkah tertinggal.

piala pecah

Surabaya, 2011 – Mimpi? Halal saja kita bermimpi sebanyak yang kita mau. lagipula mimpi besar atau kecil sama-sama gratis.Tapi jangan lupa bangun untuk mewujudkan mimpi. Dalam bermimpi, saya punya aturan main sendiri; yang pertama Realistis. Alam mimpi penuh dengan imajinasi, tanpa batas, dan probabilitas kesuksesannya tidak bisa diramalkan. Realistis artinya tetap berada didalam koridor batas kewajaran.

Apa beda pesimis dan realistis? Mudah saja menjawabnya. Karena dua kata ini kenyataannya tidak bisa disamakan. Orang pesimis memandang dirinya tidak akan bisa mencapai target lebih. Peluang terjadinya sukses dengan prosentase kecil baginya tidak mungkin bisa diraih. Setiap menghadapi masalah langsung menyerah dengan asumsi tidak mungkin bisa. Stagnan, diam ditempat, pikirannya dikuasai hal-hal negatif yang justru melemahkannya sendiri.

Realistis, ketika dihadapkan pada suatu masalah ia akan berusaha mencari celah meskipun peluangnya kecil. Atau jika benar-benar tidak ada lagi celah, maka ia akan mencari jalan lain. Bukan stagnan di tempat lalu menyerah. Pikiran positif mempengaruhi cara berpikir dan tindakannya.

Aturan kedua; Batas Ekspektasi

Ekspektasi berlebih berakibat pengharapan berlebih terhadap suatu hasil. Intinya jangan berlebihan mengharapkan sesuatu. ujung-ujungnya pasti kecewa.

Sebenarnya saya malas bergaul dengan rencana dan teori. Kenyataannya proses mewujudkan mutlak lebih sulit dari sekedar merencanakan.

Sudah dulu mimpinya. Saya punya banyak visi di waiting list menunggu dibangunkan dan diwujudkan dalam bentuk real. Seperti kata Robert T Kiyosaki, selalu ada harga yang harus kamu bayar untuk sebuah pencapaian. Harga disini tidak selalu uang, kerja keras itu juga harga. Jika kualitas sebuah barang bergantung pada proses produksinya, maka minimal saya harus menjalani proses sama beratnya dengan mereka. Harga mewujudkan visi adalah usaha, kerja keras, dan doa. but if you fail to plan, you plan to fail.

***

Kalau mau mendaki puncak Mahameru, ayo latihan dan persiapan dari sekarang! kalo mau IPK bagus, ya ayo tambah lagi porsi belajar kamu! Kalau mau jadi penulis, ayo banyak membaca dan terus nulis!

mungkin saya ini termasuk orang tidak tau diri. Udah tau ndak  punya bakat menulis, tapi ekspektasinya bisa jadi penulis. Berbakat atau tidak, saya tidak peduli. Saya tidak ada urusan dengan bakat orang, biarkan orang lain dengan bakat mereka. Dan biarlah saya dengan usaha dan perjuangan saya sendiri. Yang penting saya enjoy and keep writing. :mrgreen:

kalau mau masuk PMNAS 2011, AYO BIKIN PKM- GT ! kalau mau jadi aktivis ormawa, ayo semangat pengkaderan! Biar cepat selesai, biar hidup sedikit lebih tentram usai pengkaderan, hehe😀

Kita  paham benar di luar sana ada banyak orang-orang  dengan kemampuan lebih dari diri kita. Kalo saja saya, kamu, kita tetap diam tanpa ada usaha upgrading , tidak lama lagi pasti segera tertindas kemajuan peradaban.

Sebaik-baik mimpi adalah mimpi yang diwujudkan. Sebaik-baik perbuatan adalah perjuangan yang bermanfaat bagi orang sekitar. –kata saya-

~AN~

surabaya, 12 februari 2011. menginjak awal semester 2

2 thoughts on “Menaksir Harga Mimpi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s