RUMPUT


rumput

rumput perpus

“siapa yang menjadi inspirasi kamu di kampus ini?”
“rumput”
“kok bisa? Apa hebatnya rumput bagi kamu?”
“setiap pagi saya jalan ke kampus melewati taman alumni. Sebuah tanah lapang tempat rerumputan tumbuh menghijaukan taman. Melihat rumput itu tumbuh seolah sebuah bentangan permadani hijau menyejukkan mata.”

“saya tau, tapi apa hebatnya rumput itu?”

“rumput taman alumni,

jadilah seperti rumput taman alumni, mereka tak pernah bosan tumbuh meski tiap seminggu sekali dibabat habis mesin pemotong rumput.

Rumput taman BAAK,

Berjuang tumbuh dari celah-celah pavingstone, meski bapak tukang kebun selalu mencabutinya tiap kali kehadirannya nampak muncul ke permukaan.

Rumput ilalang dekat perpustakaan pusat :

mereka percaya diri tumbuh meninggi seolah ingin menyaingi gedung-gedung tinggi  mengelilinginya. Ia tumbuh dengan segenap kekuatan akar mencengkram tanah dibawah pavingstone. Ilalang tak bermaksud angkuh.

Rumput hanya ingin tumbuh sebagaimana mestinya. berkontribusi sesuai kapasitasnya sebagai rumput. menghijaukan tanah gersang, mensuply oksigen untuk makhluk hidup, diinjak tapi tetap kuat, ia jadikan dirinya berguna meski tak seorangpun mau peduli padanya.

jika rumput dengan kesederhanaannya mampu berkontribusi dan menginspirasi, bagaimana dengan kita sebagai makhluk dengan susunan tubuh lebih kompleks?

ah, saya malu kalo sampai kalah sama rumput.

~AN~

10 thoughts on “RUMPUT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s