Bicara Idealisme


Saya yakin, tiap diri kita punya idealisme masing-masing. Bedanya, ada yang mampu bertahan dalam koridor idealismenya, ada pula yang melakukan tawar-menawar dengan idealismenya sendiri.

“mumpung masih muda, teriakkan frasa idealisme kamu!”

kata generasi muda

“dulu saya sama idealisnya dengan kamu, bahkan lebih idealis lagi. Tapi seiring dengan berjalannya waktu (usia) idealisme saya nggak berlaku lagi.  suatu hari nanti kamu pasti tau”

kata generasi tua.

* terinspirasi dari dua percakapan nyata di ruang virtual dengan dua orang dari generasi berbeda.

Silahkan diinterpretasikan sendiri.

~AN~

idealisme ide.al.is.me
[n] (1) aliran ilmu filsafat yg menganggap pikiran atau cita-cita sbg satu-satunya hal yg benar yg dapat dicamkan dan dipahami; (2) hidup atau berusaha hidup menurut cita-cita, menurut patokan yg dianggap sempurna; (3) Sas aliran yg mementingkan khayal atau fantasi untuk menunjukkan keindahan dan kesempurnaan meskipun tidak sesuai dng kenyataan (KBBI)

7 thoughts on “Bicara Idealisme

  1. Nisa

    idealis? Iya bgt. sejak masih sekolah dulu rin, sampe seorang guru PKN pernah marahi Nisa, “idealisme kamu itu terlalu tinggi”. Nah lho..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s