Ocehan Ricky


Ricky kembali bersuara, 22 April silam sepenggal ocehan ia cantumkan di lembaran akun fesbuk miliknya. “waktu adalah misteri, kita tak tahu apa yang terjadi sedetik kemudian” ocehya mengawali alinea pertama catatan.

Pikir saya, tak pernah terlintas prasangka ihwal apa yang akan terjadi sedetik kemudian. Saya lebih peduli terhadap ihwal kemungkinan yang akan terjadi 24 jam kemudian. Sedetik rasanya terlalu singkat untuk dijadikan bahan prediksi, bahkan ketika mengetik tulisan ini pun saya butuh ribuan detik. Sedetik terlalu singkat, terlalu dinamis untuk diukur dengan skala statis. Ah, sudahlah! Lantas ocehan Ricky tetap berlanjut

“ketika memutuskan untuk melangkah, melangkahlah dengan baik. Jangan pernah sekalipun melangkah ke arah kegagalan” ujar ricky.

Saya yakin Ricky pun paham, tidak satu pun dari kita ingin melangkah ke arah kegagalan. Siapa gethoo yang mau gagal ?!?!

Ricky mengeraskan suaranya, “bukan karena masalah waktu yang tak akan kembali”  lantas karena apa ? (pikir ku dalam hati)

“tetapi kegagalan itu yang menurut saya (Ricky) adalah masalah. Kegagalan bukanlah awal dari keberhasilan. Kegagalan adalah awal dari kegagalan yang lain. Artinya, ketika kita memilih untuk gagal, kita telah membiarkan kegagalan yang lain hadir” ujarnya lantang hingga memekakan telinga.

Saya berhenti sejenak sekedar satu ‘ain tanpa mengambil nafas, sementara Ricky terus mengoceh tanpa spasi, dan saya masih membenamkan diri dalam sebuah kontemplasi dalam. Satu kegagalan  bisa memicu kegagalan yang lain. Ricky bermain prediksi, dalam benaknya rangkaian kegagalan itu membentuk entitas regresi dankorelasi. Semacam ada lingkaran kegagalan yang tak berujung. Implikasinya yakni,  sekali kita gagal jangan harap dengan mudah meraih kesuksesan. Satu kegagalan bisa memicu timbulnya kegagalan lain, beruntun, hingga membutuhkan kerja keras berkali lipat untuk bisa keluar dari lingkaran itu. Ini mengerikan! Mengingat saya sendiri tak jarang terjun bebas ke jurang kegagalan (kilas balik jaman saya ditolak PTN 3X, hal yang bikin saya merasa jadi orang paling bodoh masa itu).

kali ini saya sedikit membenarkan statement Ricky. Kegagalan selalu sukses bikin saya merasa jadi orang paling bodoh dan paling merugi. Kegagalan itu menyakitkan! Bukan karena rasa pahitnya gagal, kegagalan itu menyakitkan manakala ia berimbas pada kekecewaan pihak lain di luar diri kita. siapa yang sanggup mengobati kekecewaan orang lapin yang ditimbulkan sebagai akibat dari kegagalan diri kita pribasi? Percaya atau tidak, bagi saya kegagalan itu seperti sebuah luka. Meskipun secara fisik telah sembuh, ia masih menyisakan bekas luka secara fisik dan traumatis secara psikis.

Ricky membenarkan kontemplasi saya,” (..)dan secara otomatis, akan terjadi penolakan kesuksesan pada output.” Sekali kita gagal, akan mengakibatkan kegagalan pengeksekusian program. Seperti itukah analogi Ricky? Bagaimana dengan proses yang juga menjadi penentu output?

“output memang tergantung dari proses yang kita jalani. Tapi yang perlu diingat adalah, sebelum proses ada input. Input disini adalah modal awal yang dimiliki manusia. oleh karenanya perbaiki Input dengan serius” yeah, bahasa ricky mulai menjurus ke mata kuliah komputasi. Lanjutkan ocehanmu Ricky!

Tanpa komando pun Ricky tetap melanjutkan ocehannya, “INPUT yang bagus, akan mudah melalui PROSES sehingga OUTPUT pun sesuai dengan yang diharapkan” ujar Ricky sebagai kalimat terakhir alinea mengakhiri catatannya.

Ricky sama seperti saya, sama-sama terjun di ranah statistik. tapi kemungkinan Ricky lupa, betapa susahnya mendapatkan sebuah data dengan selang kepercayaan 95%, artinya galat hanya 5% saja! Secara teori mudah, tapi coba kita tengok realita. Mungkinkah kita selalu berhasil melewati kesempurnaan PROSES? Meskipun INPUT sudah sedemikian idealnya? Disisi lain, orang-orang di luar sana selalu menilai hasil dari OUTPUT. Sementara mengabaikan perjuangan dalam menempuh PROSES.

~AN~

*daftar pustaka: Bluishteration, FKV. 2011. OUTPUT, PROSES, dan INPUT (Hakikat Manusia). http://rickybersuara.blogspot.com/2011/04/output-proses-dan-input-hakikat-manusia.html. diakses tanggal 15 Juni 2011.

picture taken from: kisaranku.blogspot.com

13 thoughts on “Ocehan Ricky

  1. mandor tempe

    kalau gagal adalah 0% maka saya setuju dengan definisi itu bahwa kegagalan adalah pemicu kegagalan yang lain. Tapi jika 94% itu dianggap gagal maka sangat disayangkan, karena setiap orang pasti punya keinginan untuk terus menjadi lebih baik apapun itu hasilnya.

    Reply
  2. Triiz

    yupz,sekarang yg bnyk kita lihat adalah proses yg sering di tukar dengan jalan pintas untuk mengejar output yang di inginkan. Benar dia sudah mencapai output tapi hakekatnya tidak mendapat apa2 dari pencapaian output yang di raih..
    Yg jadi pertanyaan, ricky itu sapa ya mba *lholho..:mrgreen:

    Reply
  3. Maya

    Rind.. selanjutnya kan kita yang ngoceh sendiri…

    Oh Rinda.. you stolen my idea to write it in my flashback life’s notes…
    tapi bagus kok

    Reply
  4. anlaArinda

    @Maya,
    you’re right! He only written a paragraph, tapi kita ngoceh empat paragraf menanggapi paragraf si cikin. Haha, dasar kita ini tukang bikin ricuh fesbuk orang.
    Sorry, I didn’t meant to stole your untold idea. But this’s mean that our heart are connected by an invisible network. Hehehe
    eh, tapi nggak masalah if you want to write it according to your point of view. You know, everyone have their own unique perspective. And I wanna know how is your oppinion about FKV’s note yesterday.

    Ayo may, tulis opini kamu juga! Aku pengen tauuu

    Reply
  5. Nisa

    .. karena terdapat kinerja input, kinerja proses, dan kinerja proses😉

    P-O-A-C dan E, dengan C dan E (Controlling dan Evaluasi di setiap kinerja di atas)

    menanggapi pernyataaan : “kilas balik jaman saya ditolak PTN 3X, hal yang bikin saya merasa jadi orang paling bodoh masa itu”, Nisa kok gak demen ya, Rin sama pernyataan itu😦 kata-katanya,,, seolah orang yang ditolak PTN itu bukan orang pandai, seolah orang yang sudah diterima di PTN itu lebih pintar..

    Reply
  6. Nisa

    .. karena terdapat kinerja input, kinerja proses, dan kinerja output😉

    P-O-A-C dan E, dengan C dan E (Controlling dan Evaluasi di setiap kinerja di atas)

    menanggapi pernyataaan : “kilas balik jaman saya ditolak PTN 3X, hal yang bikin saya merasa jadi orang paling bodoh masa itu”, Nisa kok gak demen ya, Rin sama pernyataan itu😦 kata-katanya,,, seolah orang yang ditolak PTN itu bukan orang pandai, seolah orang yang sudah diterima di PTN itu lebih pintar..

    tapi, yah.. mungkin emang itu sekadar perasaan Arin aja sih ^^, tapi gak bermaksud membuat pernyataan seperti itu kan😉

    Reply
  7. silviyah

    kegagalan adalah awal dari kesuksesan – SALAH
    kegagalan adalah awal dari kegagalan yang lainnya – BENAR
    syep.. spakat.. makanya jangan mau GAGAL… HEHE🙂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s