24 hours


Ba’da survey dari salah satu lokasi pasar tradisional di Surabaya, Ming menghampiri saya lantas berbagi cerita:

“Tadi aku dapat inspirasi dari bapak-bapak di pasar. Beliau bilang gini,

Dalam sehari terdapat 24 jam yang hendaknya dapat dipergunakan kita sebagai manusia menjadi 3 bagian dg baik..
8 jam untuk bekerja,,
8 jam untuk istirahat,,
dan 8 jam sisanya untuk BERIBADAH..

Karena itu, kadang-kadang saya heran jika ada orang yang terlalu berlebihan menggunakan jatah waktu 24 jam untuk terus-terusan bekerja mencari uang.”

~MING~

9 thoughts on “24 hours

  1. Sya

    Saya sendiri tidak pernah berpikir untuk menyisihkan 8 jam saya untuk beribadah. Wah saya jadi berpikir bahwa waktu beribadah yang tadinya saya kira cukup ternyata benar-benar kurang😦

    Reply
  2. ysalma

    saya termasuk kedalam bagian yang kebanyakan itu😥
    berpikir jauh “ke depan” bapak yang mendatangkan ide tersebut ya,
    setelah baca postingan ini, waktu benar2 harus dipergunakan sebagaik2nya.

    Reply
  3. Arief Rakhman

    24 jam untuk beribadah

    ketika istirahatnya diniatkan untuk mengembalikan energi, sehingga ia bisa bangun dengan segar unutk bekerja dan beribadah,

    dan juga ketika bekerjanya diniatkan untuk menjaga kemuliaan diri dari meminta-minta, memberi nafkah diri sendiri dan keluarga, dan mencukupi diri dengan makanan dan rezeki lainnya sehingga ia bisa khusyuk beribadah,

    Allah ta’ala berfirman (yang artinya),
    “Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. ad-Dzariyat : 56).

    Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    ‘Sesungguhnya setiap amalan tergantung niatnya, dan setiap orang akan mendapat balasan amal sesuai dengan niatnya..” (HR. Bukhari dan Muslim)

    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menerangkan hakikat ibadah ini dalam salah satu karyanya al-’Ubudiyah, bahwa,
    “ibadah merupakan istilah yang mencakup segala hal yang dicintai dan diridhai oleh Allah, berupa ucapan maupun perbuatan, yang tampak maupun yang tidak.”

    Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas menjelaskan lebih lanjut mengenai ibadah ini, ( http://almanhaj.or.id/content/2042/slash/0 )
    Ibadah terbagi menjadi ibadah hati, lisan, dan anggota badan. Rasa khauf (takut), raja’ (mengharap), mahabbah (cinta), tawakkal (ketergantungan), raghbah (senang), dan rahbah (takut) adalah ibadah qalbiyah (yang berkaitan dengan hati). Sedangkan tasbih, tahlil, takbir, tahmid dan syukur dengan lisan dan hati adalah ibadah lisaniyah qalbiyah (lisan dan hati). Sedangkan shalat, zakat, haji, dan jihad adalah ibadah badaniyah qalbiyah (fisik dan hati). Serta masih banyak lagi macam-macam ibadah yang berkaitan dengan amalan hati, lisan dan badan.

    Wallahu a’lam.

    Afwan, ane jadi ngeblog di sini.. ^^

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s