kerumunan


[satu]
Kerumunan yang padat bisa jadi tempat ideal buat wasting time. Saat kamu tak dapat dibedakan dari lainnya. Semua membaur jadi satu, tanpa pedulisatu sama lain. Kamu terbenam diantara wajah-wajah asing, tidak satu pun kamu kenal. Begitu juga sebaliknya. Ditengah kerumunan macam itu, kamu menjadi diri kamu yang sebenarnya. Diri kamu yang sejatinya bukan apa-apa.
[dua]
kerumunan identik dengan keramaian. Kalau kamu diam ditengah keramaian, tidak ada yang akan peduli. Kalau kamu ramai ditengah keramaian, suara kamu bisa jadi terbenam. Lantas, apa bedanya dengan diam?
[tiga]
kamu bertemu dengan begitu banyak kebetulan. Di antara wajah-wajah asing kerumunan, sesekali kebetulan bertemu dengan wajah mirip sesuatu.
Itu cuma mirip, bukan persis. Rasanya sama seperti de javu. Sekali lagi, kamu mendapatkan pelajaran dari kerumunan. Kebetulan hanya datang sekali, tak ubahnya seperti kesempatan.
[akhir]
seketika kamu ingin keluar dari kerumunan. Namun tak lama setelah keluar, kerumunan itu kamu rindukan. Karena kamu ingin menjadi bukan apa-apa. Seperti sejatinya dirimu.

~AN~
*under influence “pasar malam selawe” of grisse

3 thoughts on “kerumunan

  1. ayuk :)

    assalamualaikum, saya junior nya mbak🙂 renungan kerumunan dapat menyadarkan🙂 bikin yang banyak mbak , semangaaaaaaaaaaaaaat🙂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s