Ikhtisar Virtual


Bertahan menulis di ruang virtual (blog), bagi saya, sebenarnya cukup aneh. Kita berhadapan dengan “manusia imaji”. Kita mengenal pemikiran-pemikiran mereka, namun tak menjamin kenal pribadi seutuhnya. Kita berteman, namun tak pernah berjabat tangan. Kita bercanda, namun tak pernah dengar tawa seutuhnya. Segala bentuk emosi diwakili oleh entitas emoticon.

Aneh, unik, menarik, sekaligus misterius.

Tetapi ada masanya mengenal manusia melalui pemikiran tertulis lebih “menjamin” daripada mengenal secara fisik namun dengan interaksi komunikasi terbatas. Di dunia nyata kita mengenal, namun tak pernah berbincang. Kita berjabat tangan, tapi tak saling tanya kabar. Kita bertatap muka dengan segala bentuk ekspresi, tapi tak menjamin sedemikian pula isi hati.

Nyata, berwujud, namun asing di dalamnya.

Lantas, sebenarnya kita hidup di alam yang mana? Virtual nan berkesan? Atau nyata yang terasing?

~AN~
*two years writing on a virtual place.

6 thoughts on “Ikhtisar Virtual

  1. Imelda

    hampir separuh pembaca blogku sudah pernah aku temui, sehingga aku bisa tahu mereka sebenarnya bagaimana. Dan biasanya tidak menyimpang dari apa yg mereka tulis dan yang tersirat dari tulisannya sih.
    Selamat 2 th ngeblog!
    EM

    Reply
  2. mandor

    bahwa di balik tulisan-tulisan itu ada sebuah pribadi unik yang ada mengendalikannya,. Pelajari dulu apa yang disampaikan olehnya, baru berkenalan agar tidak kaget.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s