Merayakan Hidup(?)


picture taken from: sayingaboutlife.org

menurut kamu, apa sebenarnya bentuk representasi yang sesuai untuk usia? apakah usia memiliki esensi sebuah pengalaman hidup? esensi prestasi? atau esensi transformasi pola pikir? kalau mau bicara fakta, kita sering menemukan orang-orang yang memiliki pencapaian lebih dari usianya. mereka yang memiliki kedewasaan psikologis lebih dari yang dicapai orang seumuran dengannya. lantas, dimana letak representasi usia?

***

setiap orang setiap tahun melewati moment repetisi kelahiran. beberapa mengemasnya dalam bentuk perayaan. sebagian lain melewati tanpa melibatkan hiruk-pikuk pesta manusia. bagian terakhir, mereka yang gusar akan usianya. saya masuk bagian terakhir ini.

gusar? entah darimana pikiran ini muncul. moment pergantian usia membawa diri pada keadaan psikologis yang labil. seperti dikejar dengan agenda yang tak kasat mata. seakan ada tuntutan hutang yang segera harus dibayar. semua kegusaran itu muncul tepat setiap moment penggenapan usia.

titimangsa kelahiran memiliki esensi “merayakan lahirnya manusia baru”. Idealnya manusia baru punya hal baru. Perubahan baru. Inovasi baru. Dan manfaat dari kehidupannya bertambah seiring dengan pertambahan usianya.  Itu teorinya, dan itu idealnya.

dan kita bertambah usia – setiap harinya. lantas berapa banyak manfaat hidup kita bertambah?

ikhtisar merayakan bukan mengenai kue tart, lilin, atau bahkan hiruk-pikuk pesta.  merayakan hidup berarti memuliakan kehidupan. mempertanyakan esensi yang telah direngkuh. mengambil ikhtisar dari pertambahan usia. melakukan refleksi dan introspeksi.

karena kita hidup bukan tanpa alasan. karena kelahiran bukan sebuah kebetulan. karena setiap nafas bukan sekedar keberuntungan. masing-masing garis usia dalam hidup, nantinya dimintai pertanggung jawaban.

mari merayakan hidup, dengan memuliakan kesempatan. meski demikian…

*grown up is terrible 😦😦😦😦

~AN~

under the rain of November. counting down to twenty fourth of November. +__+

me.ra.ya.kan
[v] memuliakan (memperingati, memestakan) hari raya (peristiwa penting)

6 thoughts on “Merayakan Hidup(?)

  1. Imelda

    Selamat Ulang Tahun ya….
    menjadi dewasa memang tidak enak. Tapi paling kamu baru separuh lebih dari umurku.
    Tanggung jawab masih pada diri sendiri. Semakin tua semakin diwajibkan untuk bertanggung jawab pada semua hal dan semua orang🙂
    TAPI, ulang tahun tetap harus dirayakan dengan ceria….. karena masih ada 364 hari lain yang mungkin suram di depan sana. Jadi… bergembiralah!

    Reply
  2. Chandra B.

    wah post ini ditulis pas ultah ya… met ultah ya gan.. walau telat. :shy:
    ultah itu adalah transformasi, dimana kita mendapat paling banyak pelajaran dari masa lalu, dan kekuatan terbesar untuk menghadapi masa depan.🙂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s