frustratedessaywriter

Butuh Kertas Lagi?


Blog ini usianya baru dua tahun. dibandingkan dengan blogger lain di luar sana, blog saya jelas kalah jauh. baik itu dilihat dari sudut pandang kualitas, maupun kuantintas tulisan dan komentar. dua bulan kebelakang saya mengalami masa krisis yang sulit saya deskripsikan. krisis itu berdampak pada produktifitas tulisan saya di blog ini. saya tau in cuma blog. tapi, inilah tempat saya bebas menulis tanpa perlu terikat dengan aturan dan idelisme “suatu instansi”:mrgreen: setidaknya dengan krisis tersebut, saya belajar sesuatu. “konsisten itu nggak mudah, men!”

kegemaran saya meninggalkan jejak pemikiran dalam ruang virtual, bukan semata karena tergiur akan nafsu kebebasan menulis . sebebas apapun blog, dimata penggunanya, tetap ada tanggung jawab moral yang diemban para penulis virtual (blogger). tanggung jawab moral ini harus selalu diterapkan setiap kali si penulis virtual berniat mempublikasikan pemikirannya di atas blog. se-independen apa pun blog, ini tetap tempat umum bukan? pelajaran kedua : “selalu jaga etika, terutama di tempat umum”

hari ini saya bertekad memperbaiki konsistensi menulis. membongkar kembali ragam isi pemikiran yang kian lama terkubur diantara pikiran outlier. konsistensi mengisi blog  mulai menurun terhitung sejak November 2011. meski cukup lama blog ini terlantar, secara keseluruhan saya tidak berhenti menulis. saya masih menulis, ditempat lain, dan di blog lain. jadi seperti dualisme blogging:mrgreen: . selain itu, awal bulan Desember kemarin, saya baru  memasuki sebuah instansi tempat bersarangnya para pengolah informasi. orang menyebutnya kuli tinta. sejak magang hingga bergabung di instansi itulah, pola menulis saya digebrak habis-habisan. kelemahan saya dalam sistematika menulis, penggunaan tanda baca, hingga grammar Indonesia menjadi masalah besar. saya sering mandeg, nggak bisa nulis, sempat underestimate juga dengan pola menulis saya yang berantakan. Dahulu, saya masih bisa hidup(nulis) cukup dengan menerapkan filosofi “tulis saja apa yang  kamu pikirkan, bukan memikirkan apa yang mau kamu tulis.” sekarang prinsip itu tidak berlaku lagi. Tetapi, banyak juga hikmahnya. saya banyak belajar secara langsung dilapangan tentang dunia yang saya kagumi selama ini.

Lantas, apakah krisis yang sedang saya hadapi saat ini bersumber dari keterlibatan saya dengan instansi tersebut?

jawabannya “Tidak”. ada krisis lain dibidang akademis yang lebih urgent untuk diselesaikan. Belajar Setatistik memang perlu menguras energi besar. sebagian besar energi otak sistematis saya hampir habis disitu. Walaupun sebenarnya belajar setatistika itu menyenangkan. Saya lebih suka belajar setatistik dari sisi filosofisnya, ketimbang teorinya. Mungkin karena saya paling bebal kalau udah berhadapan sama kalkulus😀 hehehe

krisis yang lebih krusial sebenarnya hadir ketika saya mempertanyakan keterlibatan saya di organisasi. sebuah tempat yang dinamis, dan terkadang memaksa saya berbenturan dengan hal-hal yang menyangkut prinsip. ketika keterlibatan kita dalam suatu organisasi membuat kita merasa dijauhkan dari tujuan awal. namun disisi lain, konsistensi dan kontribusi tetap dipertanyakan.

tapi sebenarnya, semua alasan di atas tidak bisa dijadikan alasan saya berhenti menulis. kadang kala saya merasa butuh “kertas” yang lebih lebar dari sekedar blog untuk menuangkan gagasan. kertas yang lebih dari sekedar ruang virtual. Dimana tempatnya?

By the way mengenai krisis ini, saya belajar satu hal lagi. “Yang menjadi masalah dari sebuah krisis justru bukan dari krisis itu sendiri. Bahaya dari krisis muncul justru ketika kita kehilangan pegangan dan arah saat menghadapi krisis.”

sekian usaha saya untuk mengupdate blog tercinta ini. wassalamualaikum wr.wb

AN

5 thoughts on “Butuh Kertas Lagi?

  1. AMYunus

    Hayo hayo masih banyak yang typo. Hehe. Good luck dek! Kembangkan potensi kemampuan menulismu! Saya yakin sekali itu akan berguna suatu saat nanti.🙂

    Reply
  2. hoIrON

    Emang beda yaa tulisan orang biasa sama orang yang mengerti bahasa,,jujur saja aku bingung dengan bahasa mbak yang terlalu dalam maklum aku cuma blogger ‘kepret’ hihihi

    mampir balik yow mbak😀

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s