Hatta dan tempo


Terkadang buku itu menarik tidak tergantung dari sisi isi dan esensi. Ini mengenai pembawaan, karakter tulisan, dan pola yang dibawa penulis dalam menyajikan rangkaian ilustrasi bagi pambaca. Kecakapan penulis ketika merangkai alur kisah menjadi hal yang penting, bahkan satu tingkat lebih penting ketimbang isi dari buku sendiri. Bagaimana menurut mu?

Tempo punya keunikan yang tidak dimiliki media lain. Sebuah teknik membius pembaca, membujuk pembaca untuk menyusuri kalimat dari prolog hingga epilog. Well, saya tak hendak menelisik siapa, apa dan bagaimana sesosok media kelas paus seperti TEMPO. Tapi tentang bukunya para jurnalis  TEMPO (sepertinya begitu).

Minggu lalu,  di perpustakaan Merah Putih, Saya nemu buku bagus. Wujud buku yang mengupas tuntas biografi salah satu founding fathers negara kita, Moh.Hatta. Buku ini menjadi dua kali lebih menarik karena dua hal. Alasan pertama, dari sisi kepribadian tokoh yang dieksplorasi oleh TEMPO. Alasan kedua, karena TEMPO menyajikannya dengan paparan yang menawan. Sebuah gaya tulisan khas tempo, entah apa namanya.

Sekilas tak jauh beda dengan buku bertajuk biografi lain yang beredar dipasaran. Memang buku ini menghadirkan uraian masa lampau dari seorang Hatta. Tapi tidak sama membosankannya dengan buku-buku sejarah jaman saya SMA dulu. Yeah, buku-buku sejarah cetakan resmi jaman SMA relatif membosankan.

Eksplorasi penulis dimulai dari masa kecil Hatta, latar belakang keluarga, dan lingkungan masyarakat tempat Hatta hidup. Sajian ini berkaitan dengan penggalian masa-masa pembentukan karakter seorang Hatta. Saya jadi ingat dengan konsep dasar sosiologi. Mengenai ihwal yang mempengaruhi proses pembentukan karakter seseorang (lingkungan tempat tinggal, keluarga, dan lainnya saya lupa😀 ).

Buku biografi singkat dan relatif tipis ini berlanjut dengan uraian perjalanan Hatta hingga sampai ke Nederland. Kapan hatta mulai belajar politik, aliran politik seorang Hatta, interaksinya sebagai penulis di media-media pada jamannya. Sesuai dengan tagline yang dituliskan TEMPO pada cover depan, “Jejak yang Melampaui Jaman.”

TEMPO memaparkan pula ihwal hubungan Hatta dengan Soekarno. Pembeda antara Hatta dan Soekarno. Kedua founding fathers ini ternyata punya sisi yang berlainan. Mulai dari karakter,dasar pemikiran politik keduanya, sampai pada perselisihan antar keduanya. Meski Hatta dan soekarno sering berselisih paham di lapangan politik dan ihwal yang berkaitan denga  kebijakan selama mereka bersua berkuasa, bagaimanapun juga Hatta dan Soekarno punya hubungan yang dekat seperti saudara kandung. Demikian kata TEMPO.

Ada dua hal lain yang tidak bisa saya lupakan dari buku ini. Romansa kisah seorang Hatta dengan buku-bukunya. Hatta adalah seorang cendekiawan yang hidup dengan dan dari buku. Hatta selalu membawa enam belas peti buku bersamanya ke tempat “pembuangan”, hingga seumur hidupnya, TEMPO memaparkan bahwa Hatta telah menuliskan lebih dari 30 ribu judul buku.

Kedua, yakni tentang sebuah sudut di Negerinya para kolonial, Belanda. Di tempat tersebut terdapat sebuah gang kecil yang menggunakan nama seorang Hatta sebagai nama jalan di gang tersebut. TEMPO memaparkan, gang tersebut punya karakter yang sama dengan seorang Hatta. Sunyi, dan damai.

Kadang-kadang saya merasa jatuh cinta bukan dengan tokoh yang dibawa, melainkan dengan cara si penulis menyajikan fakta. Sistematis, ilustratif, dan yang terpenting alur kalimat yang mengalir indah, namun tidak hiperbolis.

Saya yakin, sesungguhnya proses paling sulit dari pembuatan buku bernafas masa lampau seperti Hatta ini bukan pada tahap penulisannya. Melainkan proses penggalian fakta, dan mencari benang merah  alur hidup seorang tokoh dari masa  ke masa. Seperti kata dosen saya, “Data itu mahal!”

Sekian,

~AN~

4 thoughts on “Hatta dan tempo

  1. ysalma

    saya ikut menikmati tulisan anla walaupun tanpa embel2 Tempo🙂
    penulisan biagrafi yang semakin menarik anak muda untuk mau mempelajari jejak pelaku sejarah dari buku ya.

    Reply
  2. Pingback: | arek-ITS.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s