Following or Leading?


orang yg berada dia atas (pemimpin) tidak ada artinya tanpa pengikut (rakyat biasa) yang selalu mendukung di belakangnya (meskipun hanya sekedar bertepuk tangan untuk memberi dukungan). Betapa besarnya peran seorang “follower”, meskipun kelihatannya dia kecil dan tak keliatan, tapi tanpa kehadiran dan dukungannya sebuah bangsa tak akan jadi bangsa yang besar. Jadi jangan remehkan seseorang yang memilih untuk menjadi “follower” ketimbang berada di posisi puncak🙂

Annisa Novita’s Quote

integrasi sempurna antara follower dan leader, nampaknya demikian yang hendak menjadi ikhtisar dalam paragraf Quote dari saudara saya di atas (saudara sekaligus sensei saya🙂 ) seorang pemimpin butuh dukungan dan dorongan, sekuat apa pun pohon berdiri, jika akar tak mampu menancap kuat dalam tanah, ia akan tumbang karena angin.

akhir pekan ini saya belajar banyak ihwal leading and following . sebuah tim memiliki dinamika yang harus distabilkan oleh setiap anggotanya. pemimpin memang memegang kendali atas haluan mana yang hendak ditempuh. tapi usaha stabilisasi harus dilakukan oleh setiap anggota tim.

lantas, bagaimana cara menciptakan stabilitas ditengah dinamika? caranya dengan membentuk alur komunikasi seimbang antar tiap elemen (pemimpin dan yang dipimpin). sedikit saja terjadi kebuntuan dalam komunikasi, maka kesalahan fatal bisa terjadi. runtuhnya sebuah tim kerap kali terjadi karena arus komunikasi yang terhambat, menimbulkan kesalah pahaman, dan akhirnya kecurigaan pun tercipta. Tim akan menjadi tidak stabil, antar pihak saling menyalahkan, bukan malah mengoreksi dengan cara (komunikasi) yang tepat.

sedemikianlah teori yang mampu saya paparkan berdasarkan kejadian-kejadian yang sedang meliputi keseharian saya belakangan ini. kekacauan tim, rasa saling tidak percaya, komunikasi yang terhambat, dan seorang pemimpin yang gagal membentuk arus komunikasi antar anggota. hasilnya? tim saya berantakan, ada yang merasa dirugikan, terlebih yang paling fatal adalah ketika kecurigaan dan kerugian menyebabkan sakit hati di pihak lain.*kalau anggota sudah sakit hati, susah juga menyembuhkannya😦

dalam kondisi seperti ini, seorang pemimpin harus segera memutar haluan, atau mengarahkan tim ke jalan yang benar. tapi, bagaimana caranya?

 

picture taken from : freeprintablecoloringpages.net

8 thoughts on “Following or Leading?

    1. Arinda Post author

      twittew itu salah satu bentuk training follower, mas Alumni😀
      *ciee udah alumni, rek sekarang. congratulation.. wisudawan 104🙂

      Reply
      1. Arinda Post author

        TM itu sama kayak kuliah setatistik, lho.. mas alumni😀 belajar sampling,bikin kuisioner, bikin diagram Ishikawa,
        inti materi TM sebenrnya ada dan sama dengan seperti yang dilakukan temen2 litbang pada proker capacity building (analisis kondisi organisasi, rencana pengembangan organisasi, peletakan kondisi porganisasi pada kuadran sekian-sekian.. dsb)

        intinya, anak setatistik pada dasarnya sudah mengetahui permukaannya duluan, lho😀
        so, kalau begitu kesimpulannya, mas alumni setatistik ini lebih expert karena sudah paham seluk beluknya organisasi dan materi setatistik:mrgreen:

  1. ysalma

    saya juga belum belajar kepemimpinan formal,
    tapi sebagai pemimpin kedua dalam keluarga, berad pada situasi tersebut, semua anggota dikumpulkan, ngoceh, tau masalahnya, perbaiki untuk kedepannya.# barangkali🙂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s