8 Years Ago


Ingatan manusia itu terbatas. Namun,  justru dengan keterbatasan itulah yang bikin kita menjadi lebih manusiawi. Kita berbeda dengan gajah yang konon katanya dianugerahi long life term memory.😛

Keterbatasan ini secara tidak langsung memaksa kita untuk memperhitungkan, ihwal mana yang harus disimpan, mana yang sebaiknya dibiarkan terlupakan. Sehingga, ada kenangan yang kita pilih untuk dihilangkan saja. Ada juga ingatan yang sedari kita kecil hingga sekarang masih melekat, membekas, tak mau pindah.

Sayangnya, seringkali kita menemui sebuah keadaan di mana kontrol penyimpanan memori tidak mudah untuk dikendalikan. Misalnya saja, sebuah keinginan untuk melupakan kejadian-kejadian tertentu. Namun usaha untuk melupakannya seringkali gagal.

Ada juga sebuah masa ketika kita hampir saja berhasil melupakan beberapa kasus/kejadian dalam hidup kita. Atau sudah benar-benar terlupa sebelumnya, lantas kemudian ingatan tersebut kembali dibangunkan oleh benda, moment, lagu, suara, dan beberapa benda remeh lainnya. it’s complicated🙂

Saya punya sebuah benda sederhana yang mampu membangkitkan memori-memori masa silam. Kemarin lusa waktu saya pulang, ibu saya menyodorkan benda tersebut. Sebuah benda klasik, kuno, dan sudah tak pernah terpakai lagi. Here is it.

Fuji

Fuji

Sejarah benda tersebut bermula ketika saya menyadari bahwa ada Dua benda yang saya sukai di dunia ini: 1. Pohon 2. Kamera. Dari kecil saya mendamba sebuah kamera yang bisa dipakai untuk jeprat-jepret iseng.  Saya begitu menginginkan kamera yang sekiranya dapat digunakan untuk membekukan pemandangan pepohonan di sekitar rumah. that was  my simple dream when I was a little child.

Benda tersebut saya beli dari hasil tabungan selama satu tahun semasa kelas 6 SD🙂 jadi bisa dikatakan itu benda “mewah” pertama yang saya miliki berkat kerja keras menahan jajan selama satu tahun. Kamera fuji di atas telah menjadi milik saya selama kurang lebih delapan tahun. Bukan kamera mahal, harganya sekitar Rp 115.000,00.

Itulah pertama kali saya belajar bahwa “impian kita hanya bisa diwujudkan dengan kerja keras dan doa,”🙂

That’s so simple. Nothing special for you. But for me,…🙂

Sekarang, benda bersejarah itu sudah hampir tidak pernah terberdayakan dengan baik. Meskipun saya yakin, ia masih berfungsi dengan baik asal cukup dengan dua batre alkalin ukuran AA dan sebuah roll film klasik. Masalahnya, di mana saya bisa menemukan roll film di era digital seperti sekarang ini?

Lagipula, kamera fuji tersebut sekarang sudah tergantikan oleh Nikon digital camera  berikut ini😛

Nikon Digital Camera 10 mp

Bagaimana dengan saudara? Benda apa gerangan yang mampu membangkitkan kenangan saudara untuk memori 8 tahun silam?

2 thoughts on “8 Years Ago

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s