13 Selongsong Kembang Api


0653428-sydney-tahun-baru-620X310

Gambar diambil dari Kompas.com

Pagi itu ndoro duduk sendirian di teras sambil ditemani dengan secangkir besar kopi Arabica dan setumpuk Pisang goreng dengan taburan bawang goreng di atasnya. Ndoro yang satu ini memang unik, coba tunjukkan orang lain selain ndoro yang suka makan pisang goreng sambil ditaburi bawang goreng? Kalau anda menemukannya, mari saya kenalkan dengan Ndoro. Yakin deh, mereka berdua akan jadi sepasang manusia yang klop!

Tapi ada yang beda dengan Ndoro pagi ini. Di samping ndoro tergeletak 13 selongsong petasan dengan ukuran sebesar lengan orang dewasa. Saya pun tergerak untuk mendekati Ndoro.

Nduk (saya) : ” Ceilee Ndoro habis main petasan, ya? “

Ndoro           : “loalah, lha kok kurang kerjaan banget maenan petasan. bakar-bakaran uang saja,”

Nduk   : “Lha itu apaan kalo bukan Petasan?”

Ndoro : “Bukan tho, nduk. ini sih sisa petasan di alun-alun kota semalam”

Nduk  : “Nah, berarti Ndoro Habis Tahun baruan ya semalam? main petasan juga kan?”

Ndoro : “Semalam ada pembagian kalender gratis di alun-alun, yo gara-gara iku kuwi aku melu tahun baruan, sekalian ngantri kalender gratisan, Kalo petasan ini memang sengaja saya ambil. kasihan dia keleleran ing dalan

Nduk   : “lha kok kasihan sih ndoro? toh itu petasan udah ndak bisa dipakai lagi, kan? udah jadi arang basah”

Ndoro : “Nah, justru itu .. coba bayangkan perasaan Petasan ini. Ia hanya sesosok benda yang dilahirkan untuk kesuksesan temporal. Begitu mudah dia melesat, begitu cepat mencapai langit hitam kelam malam tahun baru. Lantas di tengah kelamnya langit yang tampak biasa, dia menebarkan kembang api warna-warni dalam berbagai rupa dan bentuk. Menyemburkan lompatan cahaya yang memukau semua mata yang memandang. Seketika kembang api menjadi primadona. Bahan mengalahkan gemerlap gemintang di angkasa. “

Nduk  : “Malah bagus, kan ndoro? ibarat orang, dia telah menggapai kesuksesan dalam tempo yang secepat-cepatnya,”

Ndoro : “ealah nduk genduk.. jangan lihat sesuatu dari sisi yang kasat mata. Coba perhatikan, apa yang dilakukan si kembang api setelah pasca gemerlap cahayanya memudar?”

Nduk  : “Ya, wis habis apinya, Ndoro.. ndak kelihatan lagi”

Ndoro : “Justru itu. Kembang api begitu mudah melejit naik ke atas, tapi ndak begitu lama kemudian ia tersungkur di tanah.  Hal-ihwal yang menjadikannya menakjubkan telah sirna. Seketika usai ia kehilangan pendar cahaya, yang tersisa hanya 13 selongsong kosong seperti yang kamu lihat ini. Redup selama lamanya”

Nduk  : “Tapi setidaknya ia gugur usai memberi tampilan indah bagi mata yang memandangnya. bener, ndak ndoro?”

Ndoro : “Iya, tapi cuma sesaat, Ibarat artis di panggung hiburan, dia tipe yang easy come and easy go. Bandingkan dengan jutaan bintang yang punya usia lebih lama untuk bercahaya. Bintang butuh waktu ribuan bahkan mungkin jutaan tahun cahaya untuk membuatnya menjadi benda langit yang berpendar. Namun usahanya tidak selesai sampai di situ. Kata simbah, Bintang menghabiskan sekitar 90% umurnya untuk membakar hidrogen dalam reaksi fusi. Kehadiran reaksi tersebut akhirnya menghasilkan helium dengan temperatur dan tekanan yang sangat tinggi.  “

Nduk  : “Wah, Ndoro pintar juga ya…”

Ndoro : ” mangkane, sekali-kali baca national geographic, situs berita, baca koran.. ojo fesbukan tok ae, nduuk”

Nduk : ” Nggih, ndoro.. eh, trus kira-kira mana yang lebih baik nih. Sukses dalam waktu yang cepat, tapi cepat juga memberi manfaat bagi sesama, atau harus jadi idealis seperti bintang tapi butuh waktu lama untuk menggapai kesuksesan? “

Ndoro : “Nggak semua bisa dijelanskan dengann analogi, nduk. sing jelas, Semua hal yang butuh proses kerja keras, terjal, dan dihadapi dengan kesabaran akan menghasilkan kesuksesan yang lebih awet dan tahan lama. “

Nduk  : “Yang penting jadi orang sukses dan bermanfaat. Bener ndak ndoro?”

Ndoro : “nah, iku. tumben kowe pinter!”

Nduk  : “hehe, iku mau kopas dari setatusnya Mario Teguh “

Ndoro : “ealah arek iki.. amit-amit tenan”

——————-END

3 thoughts on “13 Selongsong Kembang Api

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s