Memuncak


IMG_2258Kita tidak pernah bisa menaklukkan gunung, Bung!

Bukankah, setiap kaki yang mengumpulkan segenap keberanian untuk naik gunung, justru merasa ditaklukkan oleh alam tempat ia berpijak. Dengan cuaca, para pendaki berkompromi. Dengan jalur penuh jurang nan cadas, para pendaki merapatkan barisan – menyusun strategi.

Dan ketika kaki-kaki kecil yang lelah itu telah mampu menempatkan telapaknya di sebuah puncak gunung, yang ada justru perasaan syahdu, luluh, tertaklukkan. Bukan kesombongan karena telah menaklukkan.
Keangkuhan itu sirna seketika. kebanggan yang lahir saat diri ini telah mampu mencapai puncak, lantas bertransformasi menjadi rasa syukur karena masih berkesempatan melihat keindahan ciptaan-Nya.

Kita tidak pernah bisa menaklukkan gunung! kita hanya menyusurinya.

Ihwal yang kita taklukkan adalah ketakutan. Ketakutan untuk menerima kenyataan bahwa sejatinya jiwa dan raga ini bukan siapa-siapa. Di puncak itu, kita menyadari ada Hal ihwal yang lebih berkuasa dari akal manusia. Sedikit saja alam ini mengerahkan kekuatannya, maka lepaslah tulang-tulang rusuk ini dari tempatnya.

AN

One thought on “Memuncak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s