Jangan Belanja Online (!)


Ketika orang-orang ramai membicarakan efisiensi, kecepatan, keterjangkauan serta kemudahan akses. Ditambah lagi harga mobilitas yang semakin mahal, belanja online konon menjadi alternatif pilihan. Hanya bermodalkan akses internet, tinggal sekali klik tiga hari kemudian barang sudah sampai di tangan kita.

Belum lagi iming-iming potongan harga ditambah gratis Ongkos Kirim (Ongkir) yang menjadikan belanja online lebih sensasional. Dengan tawaran berupa kemudahan tersebut, pantas saja pasar online shop di Indonesia terus mengalami peningkatan. Tapi, apa benar belanja online merupakan pilihan terbaik?
agustinus

Saya pribadi melakukan beberapa pertimbangan sebelum memutuskan membeli barang dari layar virtual. Salah satu yang paling utama tentu saja jaminan keamana dan kualitas barang. Disusul kemudian perbandingan harga jika saya membeli secara langsung dari tokonya.

Kalau kualitas sama dan harga lebih murah, selama berbanding lurus dengan kebutuhan.. Deal! Beli😀 Nah, dari beragam komoditas yang ditawarkan para pengusaha di ranah maya, saya memilih buku sebagai komoditas yang aman diperjual-belikan secara online. Informasi situs jual beli buku online saya peroleh dari search engine dan dan situs online penerbit ternama di Indoneisa.

Alasannya?
Seringkali toko buku hanya memberi diskon pada buku-buku lama, buku yang “kurang diminati”. Atau kondisi lain, fenomena pemberian potongan harga pada buku terkenal hanya terjadi satu tahun sekali. Pun itu di sebuah bazaar buku yang memaksa konsumen berdesak-desakan dengan batas waktu tertentu.

Sementara harga buku di toko online bisa sampai 10% hingga 15% lebih murah daripada harga asli di tokonya. Angka presentase tersebut saya peroleh ketika membandingkan harga buku di toko buku online kerapkali memberi tawaran selisih harga 10 ribu rupiah hingga 15 ribu rupiah.

Bagi konsumen buku seperti saya, potongan harga segitu sudah termasuk besar. Terutama untuk buku dari penerbit terkenal, atau buku dengan sistem pembelian pre order karya penulis ternama. Ihwal yang hampir jarang saya temui ketika membeli buku langsung dari tokonya.

Selain itu, buku merupakan komoditas yang minim resiko. Kalau pun ada sedikit cacat di cover buku, kita masih bisa menikmati isi buku tanpa mengurangi esensi. Atau, penerbit yang baik akan mengganti cacat produk yang diperoleh konsumen sebagai akibat kesalahan proses produksi atau pengiriman.

Berbeda kalau saya beli baju, atau alat elektronik. Cacat sedikit saja sudah mempengaruhi performa barang tersebut. Beruntung kalau toko online tempat kita beli mau memberi ganti rugi, tapi kalau tidak?

Efisiensi Intrinsik
Dengan pertimbangan dari segi efisiensi waktu, biaya, dan “tingkat kerepotan” semakin meyakinkan saya untuk memilih beli buku online. Perhitungan efisiensinya begini: Kalau beli buku di toko buku, kita perlu mengeluarkan minimal 7 ribu rupiah untuk transportasi. Kalau berangkat pas sore hari, rawan terkena macet di jalan karena lagi jam pulang kerja.

Sampai di toko buku, biasanya saya menghabiskan waktu minimal 2 jam untuk muter-muter dan milih buku. kalau beli satu buku via online memang keuntungan tidak begitu terasa. Ditambah lagi ongkos kirim dari Jakarta-Surabaya atau Jakarta-Gresik (menggunakan jasa layanan antar JNE) yang patut diperhitungkan.
Paket
Tapi jika saya membeli 2 hingga 3 eksemplar buku, keuntungannya lumayan. Katakanlah beli satu buku di toko online saya bisa berhemat sekitar 12 ribu rupiah. Kalikan tiga buku , maka saya sudah berhemat 36 ribu rupiah. Dipotong dengan ongkos kirim (asumsi berat 1 kilogram serta waktu pengiriman 2-3 hari) sekitar 15ribu rupiah, saya sudah berhemat hampir separuh harga. Lumayan lah buat beli makan siang nasi padang di Surabaya😀

Lagipula, dengan sistem pembelian online, secara tidak langsung kita turut mereduksi polusi udara yang disebabkan oleh kendaraan yang kita jadikan alat mobilitas untuk pergi ke toko buku. Sedikit aksi dari kita, besar manfaatnya untuk lingkungan.

Dapat Produk Cacat
Kendati demikian, belanja online juga pernah memberi kekecewaan bagi saya. Beberapa bulan yang lalu saya memutuskan untuk membeli sandal gunung di salah satu toko online. Toko tersebut menawarkan harga yang miring, dan ongkos kirim yang tidak terlalu mahal.

Akhirnya tanpa pikir panjang – terutama karena lagi butuh banget yang namanya sandal gunung – saya memutuskan untuk membeli benda tersebut. Dari sisi pengiriman, tidak ada masalah. Hanya dalam waktu kurang dari 3 hari, barang tersebut sampai di rumah saya.

Tampilan Packing sandal tersebut cukup bagus, tampak bahwa distributor telah mengemas barang dengan baik untuk menghindari barang rusak. Bentuk, warna, dan ukurannya pun sesuai dengan permintaan. Saya pun tersenyum puas:mrgreen: hingga bersemangat untuk langsung memakai sendal tersebut pergi berpetualang.

Hari pertama, kedua tidak ada masalah. Bahkan saya sempat membawanya pergi rafting di Probolinggo. Tetapi, sekitar dua minggu kemudian sandal unung tersebut mulai bermasalah. Salah satu pengait di sisi kiri sandal terlihat retak, tapi saya abaikan saja dengan tetap menggunakannya berjalan.

Sampai akhirnya, di salahsatu langkah ke sekian pengait tersebut patah. Terlepaslah satu bagian tali sendal gunung tersebut. Saya berusaha kroscek di website tempat saya membeli. Sayangnya saya lalai mengabaikan bahwa produk tersebut memang tidak ada garansinya. Dengan pemakaian yang wajar, kualitas sandal tersebut termasuk mengecewakan. Belum juga sempat di bawa mendaki tapi sudah rusak duluan.

Jangan Beli di Toko Online !

Belanja Online secara prinsip sebenarnya sama dengan belanja direct to the store. Kita perlu mendidik diri kita menjadi konsumen yang cerdas dan selektif. Intinya Jangan pernah mau beli di toko online ketika kita tidak tau benar track record dan aturan main si penjual.

Nah beberapa hal yang juga perlu dicermati saat kita membeli dan melakukan transaksi jual-beli online antara lain;Pelajari Rigth and Terms atau aturan jual beli yang biasanya terdapat pada halaman khusus di setiap website. Mempelajari alur pemesanan, metode pembayaran dan waktu distribusi bisa bermanfaat jika suatu ketika terjadi kelalaan dari pihak distributor atau konsumen.

Kemudian, sebelum membeli barang secara online, cek kredibilitas website penjualnya terlebih dahulu. Atau kalau saya merasa lebih aman jike memilih situs belanja online yang banyak direkomendasikan teman dan selalu cek reputasinya.

Cerita ini diikutsertakan dalam Arr Rian’s Giveaway -Pengalaman Belanja Online- Giveaway copy

4 thoughts on “Jangan Belanja Online (!)

  1. Pregnancies

    Kalau saya pribadi, belanja online dengan nilai nominal tinggi sebaiknya menemui penjualnya langsung di toko offline jika kita ingin barang yang dibeli bagus

    Reply
  2. kakaakin

    Ehm, harga buku di gramed di kota saya ampun2 deh…
    Spertinya menarik juga nih kalo banyak diskonan di tobuk onlen😀

    Terima kasih udah ikutan Arr Rian’s Giveaway🙂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s