Jenderal (1)


Angin gunung membelai atap rumah kami yang hanya terbuat dari daun sawit kering. Suaranya menderu, menciptakan senandung lirih yang menyayat gendang telinga. Dari ujung jalan kampung berbatu, terdengar derap langah sepatu boot yang semakin lama mendekat ke arah pintu rumah kami. Seketika suara itu terhenti, tergantikan oleh ketukan jemari di atas permukaan kayu reot yang menjadi perisai rumah kami.
tok.tok..tok..

Aku mengintip dari balik jendela, lantas ku buka pintu perlahan. Separuh hijab terungkap, di depan ku kini berdiri sosok pria bertubuh tinggi besar dengan kumis tebal. tangannya membawa Ia memberi sesimpul senyum di balik kegelapan. “Selamat malam, bu…”
BRAK!!!
Kubanting pintu di depan muka lelaki itu. Aku muak menatap wajahnya! Mendengar suaranya pun aku tak sudi.

“Bu, ijinkan saya masuk. Saya ingin berbincang dengan ibu,”
Dasar manusia edan! mana mungkin aku mau menerima iblis itu masuk menginjak rumahku. Setelah satu tahun silam putra kesayangannya menelantarkan tubuh putraku di tepi jalan! Ya! ia tinggalkan putraku tergeletak begitu saja usai menghantam tubuhnya dengan mobil mewahnya?! Enak saja, sekarang ia memohon kepadaku memberi sesimpul maaf atas perbuatan keji anaknya?
Dengan harap aku mau berdamai, mencabut tuntutanku kepada hakim, maka anak jendral itu akan terbebas dari jerat jeruji besi.
Usai peristiwa tabrak lari itu, Jendral membawa sekarung beras, dan setumpuk uang tiap bulannya. ia berusaha menyogokku. meminta maaf dariku.

sementara setiapkali aku melihat wajahnya, maka terngiang tubuh puteraku yang berlumuran darah. Maaf dia bilang? maaf tak semudah menyanyikan senandung lagu, seperti pengamen di perempatan demi recehan dan lembaran uang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s