Perahu


Tujuh puluh ribu lagi! sekarang uang yang terkumpul baru tiga puluh ribu rupiah. sementara harga kain merah dan kain putih di pasar masing-masing seharga lima puluh ribu rupiah. itu belum termasuk membeli tali pramuka untuk menaikkan bendera.

Padahal sudah banyak yang kami jual. Gelang manik-manik Anisa, dua ikat sayur kangkung dari kebun Rasyid, singkong dari halaman rumah Sumartini, sampai papan tulis sekolah kami satu-satunya pun tergadaikan. Ini semua demi membeli dua lembar kain merah putih di pasar. Sementara ibuku bersedia menjahitkannya menjadi sebuah bendera.

sekolah kami memang miskin, terpencil, terasingkan. hanya ada lima belas murid dan lima guru. Tapi entah bagaimana caranya, upacara 17 Agustus tiga hari kemudian harus tetap berlangsung. sementara bendera satu-satunya yang dimiliki sekolah kami hanyut gara-gara banjir melanda desa.
Sampai sekarangpun, sekolah kami terrendam air sedalan satu meter.

“Upacara harus tetap ada! kita kerahkan semua tenaga untuk bisa menghadirkannya,! melewatkan upacara 17 Agustus, sama artinya kita lalai dengan sejarah! melupa dengan jasa kakek nenek kita yang mempertaruhkan nyawa mengusir penjajah!”

Pidato kepala sekolah masih terngiang di telingaku. Untuk itu, aku dan teman-teman serta kelima guru kami bergotong royong memperjuangkan upacara 17 Agustus esok. sebuah sampan tua telah siap mengantar tiga pengibar membentangkan merah putih. Upacara bendera harus tetap ada, di atas genangan banjir sekalipun.

Sekarang kami harus memutar otak lagi. Entah bagaimana caranya bendera sudah ada di sekolah kami sebelum pukul sepuluh pagi. Sementara kami harus melawan genangan banjir untuk mencapai pasar dan membawa pulang kain merah dan putih itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s