Halaman Baru


“Butuh keberanian sebesar gajah untuk memulai semuanya dari titik nol. “

“Kenapa gajah, ndoro?”

“Karena kalau saya bilang “sebesar gunung rinjani”, rasanya terlalu hiperbolis.”

“Lantas, bagaimana bentuk keberanian yang panjenengan maksud?”

“Mudah saja. Cukup melepas segala atribut masa lalu. Entah itu prestasi, medali, nama baik keluarga, jabatan, bahkan melepaskan diri dari orang yang kita sayangi.”

“Tujuannya? Apakah harus se-ekstrim itu?’

“Ada kalanya atribut itu justru mempersulit jalan kita mendaki puncak-puncak baru yang lebih tinggi. Isi masa lalu bisa jadi beban. Bukannya jalan kamu makin mulus, malah kamu terperosok ke titik nadir.”

“Ah, ndak masuk akal.”

“Ndak semua hal bisa kita terima dengan akal, Nduk. Kalau hati kita jernih, pikiran pun akan jernih. Atribut masa lalu hanya titipan. Suatu saat harus dikembalikan.”

“Ah, masih ndak mudheng, Ndoro.”

“Kalau kita bisa ikhlas melepas atribut masa lalu, kita akan terpacu untuk melompat lebih tinggi. Atlit yang sebelumnya tidak pernah meraih medali, terkadang punya semangat yg lebih tinggi untuk meraih podium teratas. Sebaliknya, atlit senior kawakan malah merasa terbebani dengan pencapain di ajang sebelumnya.”

“Tapi kenapa harus dilepaskan?”

“Halah, kowe iki kakean takon nduk..”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s