Berani Memulai?


2013

Terima kasih untuk segala macam penolakan. Kalian membuat saya semakin yakin bahwasannya Saya Tidak Cocok Bekerja di tempat anda. Dan bahwa saya memiliki jalan sendiri. yang Berbeda. yang lain dari khalayak pada umumnya.

Keyakinan ini hadir justru ketika saya mencoba menuruni bukit. Lantas melihat pemandangan tentang ketinggian dari bawah sini. iya, di sini. di kaki bukit yang tentram. Jauh dari kerumunan yang ramai. Menjauhkan telinga dari segala macam opini publik yang terkadang tak mendidik. Atau kritik yang asal bunyi.🙂

Lima tahun silam, dengan berani saya menuliskan impian, “Membuat jejak baru, bukan menyusuri yang telah ada.”. sebuah kalimat yang baru-baru ini saya sadari bahwa, sungguh tidak mudah mengimplementasikannya di dunia nyata.

Empat tahun saya meyakinkan diri untuk menyusuri jalan yang berbeda. Mengumpulkan segenap keberanian untuk melawan tradisi. Mengikuti hati nurani.

Tiga tahun saya memberanikan diri mengambil pilihan penuh resiko. Seringkali gagal, sedikit sekali meraup kesuksesan. Tak apa🙂 biar jatah kegagalan ini saya habiskan sekarang. Mumpung masih muda. Mumpung saya masih punya lusinan energi untuk bangkit setelah jatuh. Melompat lebih tinggi, setelah menghempaskan diri di titik terrendah.

Dua tahun lalu saya bertemu dengan manusia penuh optimisme. Manusia dengan mimpi-mimpi setinggi bintang terjauh. Manusia yang membuka mata saya, memberi saya kacamata. sehingga saya tak lagi rabun tuk melihat nikmat yang begitu dekat, dan impian yang begitu jauh.

Kemudian, Satu tahun terakhir, saya mulai menikmati indahnya menjadi “Berbeda”. Indahnya berani menentukan pilihan atas masa depan diri sendiri. Nikmatnya menerima segala bentuk resiko dan konsekuensi atas pilihan yang tak wajar ini.

Lantas pertanyaan selanjutnya, beranikah kita memulai dari titik Nol? mengawali dengan tidak membawa kebanggan masa lampau? dengan tidak memiliki bekal kekayaan warisan. Kita hanya membawa selembar keberanian yang melapisi relung hati.

Berani kah saya menghidupkan mimpi? Hanya dengan berbekal doa dan keyakinan tingkat tinggi.

-AN-

One thought on “Berani Memulai?

  1. yunis

    nice🙂
    saya rasa kita satu frekuensi dalam kegagalan mb, bahkan sampe saya hampir bosen bikin target😦
    dan sekarangun hampir patah :(( ,

    tulisannya renyah mb, salam hangat dari jogja🙂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s