Tentang Berpisah


travel

Sesekali kita perlu mengadakan perjalanan bersama orang yang tidak terlalu akrab. Karena melakukan perjalanan bersama “orang asing” adalah  cara saya melatih diri untuk menghadapi perpisahan, pertemuan dengan orang baru, lingkungan baru, obrolan baru, dan segalanya yang serba beda.

Memang rasanya aneh, cenderung kurang nyaman, atau bahkan membuat kita tidak betah. Perbincangan menjadi kaku, gurauan menjadi garing. Tapi itu tidak akan berlangsung lama. Kita hanya butuh beberapa saat untuk menyelaraskan diri dengan orang asing. Setelah moment penyelarasan itu terlewati, orang itu tak lagi menjadi asing.

Dalam waktu singkat, obrolan menjadi ringan, mengalir. Hilang sudah rasa canggung yang menggantung. Tembok rasa sungkan itu sedikit demi sedikit runtuh. Kita mulai menikmati perjalanan bersama teman baru.

Sayangnya, keakraban justru terjadi ketika perjalanan sudah hampir berakhir. Baru saja akrab, sudah harus berpisah. Kita merasa sedih karena lagi-lagi dihadapkan dengan perpisahan. Terutama karena berpisah setelah melalui moment indah selama perjalanan.

Lantas kita mulai menyadari bahwa…

Orang-orang yang akrab dengan kita saat ini tidak bisa selamanya bersama. Mereka adalah orang baik yang dikirimkan Tuhan untuk menemani dalam fase hidup tertentu. Antara kita dan mereka terjadi interaksi timbal balik. Bisa jadi komensalisme, bisa juga mutualisme. Mereka hadir untuk  memberi pelajaran. Alhasil, kita  belajar banyak dari mereka, atau sebaliknya mereka mengajarkan kita banyak hal.

Orang-orang baik itu suatu saat akan pergi jika “tugas” mereka selesai. Lantas kita berpisah di suatu persimpangan jalan, atau stasiun pemberhentian. Kalau sudah begini, mau tidak mau kita harus melanjutkan perjalanan tanpa mereka.

Perpisahan bisa terjadi kapan saja. Tinggal menunggu tempat, waktu, serta cara perpisahan itu terjadi.

Hari ini, kita bertemu di suatu persimpangan jalan. Esok hari kita berpisah karena harus mengejar impian masing-masing. Karena itulah, kita harus siap berpisah sejak pertama kali  bertemu.

Bukankah bertemu dan berpisah adalah hal yang lumrah?

Tak perlu risau. Setiap diri kita dilahirkan di dunia dengan tujuan berbeda-beda. Alih-alih berpisah selamanya, bisa jadi suatu hari akan bertemu kembali di persimpangan selanjutnya.

-anl

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s