Ruang itu


Ruang itu terlalu berdebu. Ya aku tau. Bahkan sebagai pemilik sah pun aku enggan menapakkan kaki ke dalamnya. Mereka bilang, ruang berdebu itu dimiliki hampir setiap rumah. Ia hadir karena kesengajaan atau rasa enggan untuk menyentuhnya. Ruangan itu semakin berdebu ketika yang ditunggu untuk menempatinya tak kunjung datang. Padahal, sudah tertempel memo tanda perjanjian akan pertemuan. Debu itu lengket di kulit. Kalau masuk hidung bisa bikin alergi.
Ruangan itu adalah hati kamu. Debu itu adalah rindu yang menunggu segera disapu.

One thought on “Ruang itu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s