Terminologi Kasur


Memiliki sebuah kasur adalah kebahagiaan tersendiri. Bahkan kasur sudah menjadi teman akrab kita (hampir) di setiap suasana. Kasur tahu benar kapan kita bahagia, memeluk guling, bantal, lalu senyum-senyum sendiri sambil menatap atap.

Kasur juga paling tahu kapan kita sedih. Dia yang sering kita jadikan tempat pelarian di malam yang dingin. Kasur rela menampung air mata kita yang berceceran di tengah malam gelap. Bahkan kita tak sungkan melelehkan ingus yang keluar akibat tangis yang tersedu-sedan itu. Ia diam membisu menatap wajah sembab kita. Semakin kita sedih, semakin ia memberi kita kenyamanan hingga tertidur pulas setelah lelah menangisi hal konyol dalam hidup.

Sayangnya kasur juga bisa bikin kita terlena. Saat pekerjaan menumpuk, malam semakin larut, kasur seolah memanggil kita untuk menunaikan kewajiban menutup mata sejenak. Ia adalah penggoda paling lihai setelah setan. Kasur sebenarnya berniat baik. Ia tak ingin kita jatuh ke pelukannya saat sakit. Maka ia mengingatkan kita u/ istirahat sejenak meski deadline pekerjaaan tak bisa diganggu gugat.

Kasur…. Terpujilah wahai pencipta kasur. -anl-

One thought on “Terminologi Kasur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s