Ndoro dan Secangkir Kopi


Ndoro tak pernah bilang, jika Senja lahir ketika aroma seduhan kopi hitam semerbak memenuhi suasana. Lalu sepiring pisang goreng manis mengiringi getir pahit kopi pekat. Meski lahir dan besar bersama kopi, tapi bagi Senja, segelas kopi ini menyimpan kenangan buruk.

Senja tak pernah lupa pada sosok yang menyiramkan kopi pekat panas di bajunya. Pada sayap-sayap palsu yang membuatnya terbang, lantas jatuh berdebam. Pada kumparan kawat berduri yang telah mengoyak kepercayaannya. Mana mungkin senja bisa lupa?

Selama ini orang menyaksikan senja sebagai sosok penuh keteduhan. Keindahan senja terlihat dari kesempurnaan senyumnya. Senja adalah representasi kebahagiaan bagi sebagian orang. Yaitu mereka yang tidak mengerti ada gelap di balik senja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s