Perempuan Hujan dan November


Dan ternyata perempuan hujan tak lagi mencintai November. Ia ingin jauh meninggalkan segala macam kenangan lama. Mengingat hanya bikin hatinya teriris tipis. Perempuan hujan tak pernah mau lagi berharap pada ihwal pertemanan jarak jauh. Baginya, semua yang berhubungan dengan kata jauh itu menyakitkan. Perempuan ini merasakan kelelahan yang tak mampu dilepas hanya dengan semalam beristirahat. Ia membenci november yang dulu dicintainya. Kini, ia ingi  lari dari bulan hujan itu. Sekencang-kencangnya. Jauh hingga menjadi titik kecil yang tak terlihat.

Perempuan hujan dilanda keputusasaan tanpa definisi. Ia tak mau lagi dirindukan ketika kemarau, tapi dicaci maki justru ketika ia hadir.

-anl,
Tentang 24 november.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s