Menarik Diri


image

“setelah kembali baru ada rasa yang hilang” tulisnya di sebuah media sosial.

Di titik ini saya mencoba megembalikan memori tepat tiga tahun yang lalu. Ketika setiap teks menjadi begitu berharga. Setiap kalimat selalu dinanti balasannya. Tidak ada satu pun yang terabaikan.

Sementara di titik ini… semakin saya mencoba mengejar, memperjuangkan, bersikeras, hasilnya justru tidak memuaskan.

Jarak semakin lebar. Komunikasi juga berantakan. Ego… Ego menjadi pemisah yang paling kejam.

Saya terus berfikir. Memutar otak mencari solusi. Tidak seorangpun menginginkan jembatan yang susah payah dibangun selama hampir tiga tahun ini runtuh.

Namun.. Semakin saya berfikir, emosi serta ego seolah mengusai isi pikiran ini. Terbesit perasaan, bahwa seolah saya sedang berjuang sendirian. Padahal, keadaan tidak seburuk itu kan?

Sore ini, setelah membaca satu kalimat itu… Saya seolah tersadar. Mungkinkah jika saya mengurangi intensitas menampakkan diri, maka jadinya akan seperti yang ia tulis?
“merasa kehilangan”

Sayang sekali… Bukan ihwal keputusan bijak jika saya sengaja menghilang hanya untuk ingin dicari.

-anl-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s