nyambung gak sih? December 12, 2009
Posted by anla in sisi lain.Tags: curhat, hati, kontrol emosi
15 comments
terkadang, otak saya tidak mampu mendeskripsikan apa yang saya rasakan dalam hati. rasanya aneh. seperti ingin, namun tak ingin. rasanya semuanya serba nggak nyambung. mungkin karena saking pusingnya mikirin UN yang kurang sembilan puluhan hari lagi kali ya * cieee, sok rajin deh* duuh, pokoknya serba aneh! sampai-sampai jadi bikin postingan yang aneh-aneh kaya’ gini.
ah, biarin lah. biar postingannya aneh, yang penting apdet euy.. hohoho
ok, kembali ke desktop.
sebenarnya, apa yang kita rasakan, itu akan mempengaruhi apa yang kita pikirkan. eh, apa gak kebalik ya?
“apa yang kita pikirkan berpengaruh pada apa yang kita rasakan”. nah, itu baru bener
karena otak sebagai suatu kesatuan pengendali tubuh dan pikiran, sedangkan hati sebagai pengendali dari segala kontrol emosi dan perasaan. hati manusia memang unik, terkadang kita merasa, namun tak dapat menerjemahkan apa yang dirasa.*mbulet *
entahlah. entah apa yang menjadikan saya tak mampu mendeskripsikan apa yang dirasa. perasaan macam apa ini??????
Catatan kaki I November 28, 2009
Posted by anla in sisi lain.Tags: an about, catatan kaki, refleksi
33 comments
kejutan-kejutan kecil dalam hidup ku
Ia berikan dengan begitu indah dan tak terduga
Dia memberi rasa yang macam-macam
pahit
manis
terkadang dibubuhi-Nya dengan macam-macam warna
Hitam,
putih,
atau bahkan dengan paduan spektrum warna
warna tanpa definisi yang pasti
tujuh belas
delapan belas
hingga mungkin jika aku sampai pada sembilan belas
kejutan itu akan terus datang mengiringi perjalanan ku
hingga nanti aku kembali pada-Nya
rasanya tak perlu aku meramal mencari tau kejutan selanjutnya dari-Nya
tetaplah
memaknai hidup
jalani apa adanya
selalu berterimakasih kepada-Nya
menjalani perintah-Nya
menjauhi larangan-Nya
karena Dia
hanya karena Dia aku sanggup bertahan
menanti kejutan selanjutnya dari-Nya
100 days goes to UN November 21, 2009
Posted by anla in opini.Tags: pendidikan, sistim UN 2010, Ujian Nasional, UN SMA
21 comments
kabar baik buat pelajar SMA yang sudah mendaftarkan diri mengikuti Ujian Nasional. kabar baiknya yaitu, jadwal Ujian Nasional akan dipercepat atau bahasa fisikanya mengalami akselerasi yang akan diadakan sekitar bulan maret minggu ke tiga.
”itu artinya kita akan lulus lebih cepat!!!” (iya kalo lulus
)
Kenapa harus dipercepat?
selidik punya selidik, beberapa hari setelah saya dapat kabar mengenai pergeseran waktu ujian nasional SMA, iseng-iseng googling dan menemukan keterangan yang menjelaskan alasan ”kanapa UN SMA diajukan?”
disebutkan bahwa Badan Standardisasi Nasional Pendidikan (BSNP) bakal memberlakukan ujian ulangan bagi peserta yang gagal dalam ujian itu. (kalo gini sih, sama saja dengan dengan REMIDI UN) L
adanya penambahan jadwal ujian ulang bagi peserta UN yang gagal inilah yang mengakibatkan majunya jadwal UN tingkat SMA.
Sistim Baru UN 2010
Bukan hanya itu saja. ada kejutan lain yang telah disiapkan oleh penyelenggara ujian nasional. kalau pada tahun-tahun sebelumya telah diterapkan kebijakan sistim silang untuk pengawas Ujian Nasional. untuk tahun ini justru murid-murid peserta Ujian Nasional yang akan disilang dengan sekolah lain. sekolah-sekolah akan dikelompokkan berdasarkan wilayah tertentu. Setiap kelompok akan berisi 4-5 sekolah dan sistem silang antar-sekolah itu akan diterapkan dalam masing-masing kelompok untuk memudahkan peserta dalam mengikuti UN.
kira-kira penjelasannya seperti ini:
siswa sekolah A, B, dan C akan diacak diacampur jadi satu, setalah itu, siswa yang telah dicampur itu nantinya akan menempati tempat yang telah ditentukan dengan cara pengundian. jadi, dalam sekolah A akan ada peserta UN dari sekoalah B,C, dan D. dan seterusnya. dan dalam satu ruangan UN terdiri dari peserta UN dari sekolah B,C,D, dan A.
Tuh, kan! makin ribet aja nih !
Positive Thinking, dong!
mau nggak mau, tetep harus mau! tapi kita nggak perlu takut dengan peraturan-peraturan baru UN yang ”njelimet” bin ”ribet” itu. yang perlu dilakukan mulai sekarang adalah persiapan yang matang baik dari segi fisik, materi, dan mental terutama. bagaimana pun juga, sistem baru tersebut diterapkan dengan niat baik. yaitu untuk meminimalisasi tindak kecurangan yang dilakukan oleh guru dan pihak sekolah yang banyak ditemui dalam pelaksanaan UN tahun sebelumnya.
toh, dengan diajukannya jadwal UN, kita jadi punya banyak waktu untuk mempersiapkan diri menghadapi SNMPTN kan?
dawuhipun eyang Einstein,” jika ada perubahan dari sebuah sistim, maka kamu juga harus melakukan perubahan yang luar biasa, jika kamu berubahnya biasa-biasa saja, maka kamu akan menjadi korban perubahan sistim itu sendiri”
nah lo! nggak usah takut sama yang namanya UN, mulai sekarang mari kita canangkan ”program 100 hari menuju UN” (kayak menteri kabinet aja nih)
kita semua tahu bahwa peraturan ujian nasional sampai saat ini menimbulkan keresahan dikalangan pelajar. pasalnya, hasil belajar selama tiga tahun ini hanya ditentukan dalam waktu Tujuh hari dengan tujuh mata pelajaran. LULUS dan TIDAKnya seorang siswa, bergantung pada hasil tujuh hari UN. pantas kah???
Eyang Shakespeare dan Bahasa Jawa November 7, 2009
Posted by anla in catatan kaki.Tags: bahasa daerah, bahasa jawa, Indonesia
37 comments
pernah terlintas dalam pikiran saya hal-hal simpel dan konyol seperti ini, “kenapa buku diberi nama buku?”
“kenapa pensil namanya pensil?”
“siapa sih yang pertama kali memberi nama-nama itu? dan kenapa harus diberi nama itu?”
sampai saat ini belum ada yang bisa menjawab pertanyaan konyol itu pada saya..
ingat tidak, eyang buyut Shakespeare pernah bilang:
“What’s in a name? that which we call a rose.
By any other name would smell as sweet; So Romeo would, were he not Romeo call’d, Retain that dear perfection which he owes.
Without that title. Romeo, doff thy name, And for that name which is no part of thee. Take all myself. “
jadi, menurut eyang buyut Shakespeare, mawar tetaplah mawar walaupun namanya diganti kaos kaki tetap saja jadi bunga yang harum dan indah.

lain Eropa, lain pula Asia. lain Willam Shakspeare, lain pula orang jawa. dalam bahasa jawa, kosakata sepertinya ”tercipta” atau “diciptakan” sesuai dengan wujud dan kebiasaan benda-benda tersebut.
hal ini bisa bertolak belakang dengan pernyataan eyang shakespeare mengenai “what’s Name?”
Pesta Bandeng 2009 September 18, 2009
Posted by anla in sudut kota.Tags: grissee, lelang bandeng, pasar bandeng, pasar tradisional, tradisi
67 comments
welcome to pesta BloggerBandeng 2009.
bukan hanya blogger saja lho yang punya pesta, tapi bandeng juga punya pestanya sendiri.
”loh, apa maksudnya?”
salah satu tradisi masyarakan Gresik di penghujung Bulan Ramadhan adalah mengadakan pesta rakyat; satu diantaranya yaitu Pasar Bandeng. Pasar bandeng ini hanya diadakan satu tahun sekali setiap malam 28-29 pada penghujung bulan Ramadhan.
”apanya yang menarik dari pasar bandeng? tiap hari di pasar tradisional juga dijual ikan bandeng kan?”
ikan Bandeng yang dijual di Pasar Bandeng ini Berbeda dari Bandeng yang di jual di pasar tradisional di hari-hari biasa. sekitar lebih dari 200 pedagang ikan bandeng membuka stan di sepanjang Jl. Samanhudi, Gresik. Dan yang jelas, Bandeng yang dijual juga Bukan Bandeng Biasa, dengan ukuran dan berat yang luar biasa pula. mulai dari bandeng kecil dengan berat 1kg hingga bandeng-bandeng berukuran raksasa antara 7kg hingga 15 kg. WOW! Bandeng sebesar itu memang khusus dipelihara oleh petani tambak untuk acara tradisi tahunan ini, bahkan dari bandeng-bandeng jumbo itu ada yang sampai berusia tahunan. Bandeng-bandeng ini diadatangkan langung dari seluruh penjuru pertambakan kota Gresik. mulai dari Kecamatan Manyar, Kecamatan Bungah, Kecamatan Ujungpangkah, Sidayu dan Panceng. Serta Kecamatan Tambak dan Kecamatan Sangkapura yang berada di Pulau Bawean.

acara lelang bandeng 2008
untuk Bandeng dengan ukuran raksasa akan diiku
tkan dalam acara lelang. Bandeng yang terjual di acara Lelang tersebut laku terjual hingga puluhan juta Rupiah. Misalnya saja seperti yang diliput oleh Jawapos tahun 2008 lalu saja, dalam lelang bandeng di depan kompleks pertokoan Multi Sarana Plaza (MSP) di Jl Gubernur Suryo september 2008 itu, panitia lelang berhasil meraup Rp 79,5 juta.
Uang puluhan juta tersebut hasil melelang tujuh ekor ikan bandeng. Ukuran terbesar 15,38 kilogram dan terkecil 7,80 kilogram. Bandeng terbesar laku Rp 15 juta, setinggi 100 sentimeter dengan lingkar badan 45 sentimeter. Bandeng seberat 7,80 kilogram laku seharga Rp 10 juta.
Acara pasar bandeng ini sudah menjadi tradisi masyarakat Gresik di penghujung bulan ramadhan. entah sejak kapan tradisi ini lahir, tidak ada yang tahu pasti.
sumber gambar:
jawapos.com

untuk Bandeng dengan ukuran raksasa akan diikutkan dalam acara lelang. Bandeng yang terjual di acara Lelang tersebut laku terjual hingga puluhan juta Rupiah. Misalnya saja seperti yang diliput oleh Jawapos tahun 2008 lalu saja, dalam lelang bandeng di depan kompleks pertokoan Multi Sarana Plaza (MSP) di Jl Gubernur Suryo september 2008 itu, panitia lelang berhasil meraup Rp 79,5 juta.
Uang puluhan juta tersebut hasil melelang tujuh ekor ikan bandeng. Ukuran terbesar 15,38 kilogram dan terkecil 7,80 kilogram. Bandeng terbesar laku Rp 15 juta, setinggi 100 sentimeter dengan lingkar badan 45 sentimeter. Bandeng seberat 7,80 kilogram laku seharga Rp 10 juta.













