100 days goes to UN November 21, 2009
Posted by anla in opini.Tags: pendidikan, sistim UN 2010, Ujian Nasional, UN SMA
16 comments
kabar baik buat pelajar SMA yang sudah mendaftarkan diri mengikuti Ujian Nasional. kabar baiknya yaitu, jadwal Ujian Nasional akan dipercepat atau bahasa fisikanya mengalami akselerasi yang akan diadakan sekitar bulan maret minggu ke tiga.
”itu artinya kita akan lulus lebih cepat!!!” (iya kalo lulus
)
Kenapa harus dipercepat?
selidik punya selidik, beberapa hari setelah saya dapat kabar mengenai pergeseran waktu ujian nasional SMA, iseng-iseng googling dan menemukan keterangan yang menjelaskan alasan ”kanapa UN SMA diajukan?”
disebutkan bahwa Badan Standardisasi Nasional Pendidikan (BSNP) bakal memberlakukan ujian ulangan bagi peserta yang gagal dalam ujian itu. (kalo gini sih, sama saja dengan dengan REMIDI UN) L
adanya penambahan jadwal ujian ulang bagi peserta UN yang gagal inilah yang mengakibatkan majunya jadwal UN tingkat SMA.
Sistim Baru UN 2010
Bukan hanya itu saja. ada kejutan lain yang telah disiapkan oleh penyelenggara ujian nasional. kalau pada tahun-tahun sebelumya telah diterapkan kebijakan sistim silang untuk pengawas Ujian Nasional. untuk tahun ini justru murid-murid peserta Ujian Nasional yang akan disilang dengan sekolah lain. sekolah-sekolah akan dikelompokkan berdasarkan wilayah tertentu. Setiap kelompok akan berisi 4-5 sekolah dan sistem silang antar-sekolah itu akan diterapkan dalam masing-masing kelompok untuk memudahkan peserta dalam mengikuti UN.
kira-kira penjelasannya seperti ini:
siswa sekolah A, B, dan C akan diacak diacampur jadi satu, setalah itu, siswa yang telah dicampur itu nantinya akan menempati tempat yang telah ditentukan dengan cara pengundian. jadi, dalam sekolah A akan ada peserta UN dari sekoalah B,C, dan D. dan seterusnya. dan dalam satu ruangan UN terdiri dari peserta UN dari sekolah B,C,D, dan A.
Tuh, kan! makin ribet aja nih !
Positive Thinking, dong!
mau nggak mau, tetep harus mau! tapi kita nggak perlu takut dengan peraturan-peraturan baru UN yang ”njelimet” bin ”ribet” itu. yang perlu dilakukan mulai sekarang adalah persiapan yang matang baik dari segi fisik, materi, dan mental terutama. bagaimana pun juga, sistem baru tersebut diterapkan dengan niat baik. yaitu untuk meminimalisasi tindak kecurangan yang dilakukan oleh guru dan pihak sekolah yang banyak ditemui dalam pelaksanaan UN tahun sebelumnya.
toh, dengan diajukannya jadwal UN, kita jadi punya banyak waktu untuk mempersiapkan diri menghadapi SNMPTN kan?
dawuhipun eyang Einstein,” jika ada perubahan dari sebuah sistim, maka kamu juga harus melakukan perubahan yang luar biasa, jika kamu berubahnya biasa-biasa saja, maka kamu akan menjadi korban perubahan sistim itu sendiri”
nah lo! nggak usah takut sama yang namanya UN, mulai sekarang mari kita canangkan ”program 100 hari menuju UN” (kayak menteri kabinet aja nih)
kita semua tahu bahwa peraturan ujian nasional sampai saat ini menimbulkan keresahan dikalangan pelajar. pasalnya, hasil belajar selama tiga tahun ini hanya ditentukan dalam waktu Tujuh hari dengan tujuh mata pelajaran. LULUS dan TIDAKnya seorang siswa, bergantung pada hasil tujuh hari UN. pantas kah???
Eyang Shakespeare dan Bahasa Jawa November 7, 2009
Posted by anla in catatan kaki.Tags: bahasa daerah, bahasa jawa, Indonesia
35 comments
pernah terlintas dalam pikiran saya hal-hal simpel dan konyol seperti ini, “kenapa buku diberi nama buku?”
“kenapa pensil namanya pensil?”
“siapa sih yang pertama kali memberi nama-nama itu? dan kenapa harus diberi nama itu?”
sampai saat ini belum ada yang bisa menjawab pertanyaan konyol itu pada saya..
ingat tidak, eyang buyut Shakespeare pernah bilang:
“What’s in a name? that which we call a rose.
By any other name would smell as sweet; So Romeo would, were he not Romeo call’d, Retain that dear perfection which he owes.
Without that title. Romeo, doff thy name, And for that name which is no part of thee. Take all myself. “
jadi, menurut eyang buyut Shakespeare, mawar tetaplah mawar walaupun namanya diganti kaos kaki tetap saja jadi bunga yang harum dan indah.

lain Eropa, lain pula Asia. lain Willam Shakspeare, lain pula orang jawa. dalam bahasa jawa, kosakata sepertinya ”tercipta” atau “diciptakan” sesuai dengan wujud dan kebiasaan benda-benda tersebut.
hal ini bisa bertolak belakang dengan pernyataan eyang shakespeare mengenai “what’s Name?”
Pesta Bandeng 2009 September 18, 2009
Posted by anla in sudut kota.Tags: grissee, lelang bandeng, pasar bandeng, pasar tradisional, tradisi
66 comments
welcome to pesta BloggerBandeng 2009.
bukan hanya blogger saja lho yang punya pesta, tapi bandeng juga punya pestanya sendiri.
”loh, apa maksudnya?”
salah satu tradisi masyarakan Gresik di penghujung Bulan Ramadhan adalah mengadakan pesta rakyat; satu diantaranya yaitu Pasar Bandeng. Pasar bandeng ini hanya diadakan satu tahun sekali setiap malam 28-29 pada penghujung bulan Ramadhan.
”apanya yang menarik dari pasar bandeng? tiap hari di pasar tradisional juga dijual ikan bandeng kan?”
ikan Bandeng yang dijual di Pasar Bandeng ini Berbeda dari Bandeng yang di jual di pasar tradisional di hari-hari biasa. sekitar lebih dari 200 pedagang ikan bandeng membuka stan di sepanjang Jl. Samanhudi, Gresik. Dan yang jelas, Bandeng yang dijual juga Bukan Bandeng Biasa, dengan ukuran dan berat yang luar biasa pula. mulai dari bandeng kecil dengan berat 1kg hingga bandeng-bandeng berukuran raksasa antara 7kg hingga 15 kg. WOW! Bandeng sebesar itu memang khusus dipelihara oleh petani tambak untuk acara tradisi tahunan ini, bahkan dari bandeng-bandeng jumbo itu ada yang sampai berusia tahunan. Bandeng-bandeng ini diadatangkan langung dari seluruh penjuru pertambakan kota Gresik. mulai dari Kecamatan Manyar, Kecamatan Bungah, Kecamatan Ujungpangkah, Sidayu dan Panceng. Serta Kecamatan Tambak dan Kecamatan Sangkapura yang berada di Pulau Bawean.

acara lelang bandeng 2008
untuk Bandeng dengan ukuran raksasa akan diiku
tkan dalam acara lelang. Bandeng yang terjual di acara Lelang tersebut laku terjual hingga puluhan juta Rupiah. Misalnya saja seperti yang diliput oleh Jawapos tahun 2008 lalu saja, dalam lelang bandeng di depan kompleks pertokoan Multi Sarana Plaza (MSP) di Jl Gubernur Suryo september 2008 itu, panitia lelang berhasil meraup Rp 79,5 juta.
Uang puluhan juta tersebut hasil melelang tujuh ekor ikan bandeng. Ukuran terbesar 15,38 kilogram dan terkecil 7,80 kilogram. Bandeng terbesar laku Rp 15 juta, setinggi 100 sentimeter dengan lingkar badan 45 sentimeter. Bandeng seberat 7,80 kilogram laku seharga Rp 10 juta.
Acara pasar bandeng ini sudah menjadi tradisi masyarakat Gresik di penghujung bulan ramadhan. entah sejak kapan tradisi ini lahir, tidak ada yang tahu pasti.
sumber gambar:
jawapos.com

untuk Bandeng dengan ukuran raksasa akan diikutkan dalam acara lelang. Bandeng yang terjual di acara Lelang tersebut laku terjual hingga puluhan juta Rupiah. Misalnya saja seperti yang diliput oleh Jawapos tahun 2008 lalu saja, dalam lelang bandeng di depan kompleks pertokoan Multi Sarana Plaza (MSP) di Jl Gubernur Suryo september 2008 itu, panitia lelang berhasil meraup Rp 79,5 juta.
Uang puluhan juta tersebut hasil melelang tujuh ekor ikan bandeng. Ukuran terbesar 15,38 kilogram dan terkecil 7,80 kilogram. Bandeng terbesar laku Rp 15 juta, setinggi 100 sentimeter dengan lingkar badan 45 sentimeter. Bandeng seberat 7,80 kilogram laku seharga Rp 10 juta.
Dinding-dinding Lodewijk August 28, 2009
Posted by anla in sudut kota.Tags: Benteng Lodewijk, grissee, hutan bakau, kabupaten Gresik, Mengare, Pariwisata, portugis, pulau jawa, Pulau Mengare, situs bersejarah
78 comments
Ada yang pernah dengar nama Pulau Mengare?
Ada yang tau juga benteng yang bernamakan Lodewijk?
jika belum,silahkan baca …. :green:
Di wilayah Kec.Bungah Kab.Gresik, Propinsi Jawa Timur, terdapat sebuah tempat yang namanya Pulau Mengare. Letaknya itu ada di sisi sebelah utara Pulau jawa, dan sangat dekat sekali dengan selat Madura.
Tetapi, Pulau Mengare saat ini bisa dibilang sudah tidak ada lagi….
” loh, koq bisa? apa terkikis oleh abrasi air laut? atau tanahnya dikeruk habis sama manusia? ”
jadi begini ceritanya,,,,,,
“ Awalnya Mengare merupakan sebuah pulau yang terletak di muara Sungai Bengawan Solo lama. Dan karena besarnya beban Endapan yang dibawa oleh sungai tersebut, menyebabkan majunya garis pantai setiap tahun ke arah laut pun cukup cepat, sekitar 10-15 meter per tahun. Akibatnya Mengare yang pada awalnya sebuah pulau kini telah menyatu dengan Pulau Jawa.”
”O…. Jadi begitu ceritanya. Truz, apa yang spesial dari Pulau Mengare itu?”
Di pulau Mengare ini, tepatnya di Pantai Binting terdapat sebuah Benteng peninggalan bangsa Portugis yang bernama Benteng Lodewijk.
sebelum menemui situs Bentang Lodewijki, jalur masuk menuju Mengare sendiri sebenarnya hanya berupa sebuah jalur panjang pematang Tambak yang di beri pavingstone. Lebar jalan ini seingat saya kira-kira hanya cukup untuk satu mobil dan satu motor. (coba bayangkan kalau ada dua buah mobil yang berjalan dari arah berlawanan…)

Jalan pematang Tambak yang dipavingstone menjadi jalur utama menuju desa mengare. sepanjang kiri-kanan jalan adalah areal pertambakan
mengunjungi tempat berdirinya situs Benteng Lodewijk ini tidaklah mudah. satu-satunya jalan yang saya tahu, yaitu melalui jalur air menggunakan perahu tradisional nelayan setempat.
sepanjang perjalanan menyusuri muara sungai menuju pantai letak Benteng Lodewijk, akan ditemui deretan hutan Bakau hijau nan indah.
setelah menempuh perjalanan sekitar 15-20 menit, akhirnya sampai juga di Pantai Benteng Lodewijk.
Di sebelah selatan Benteng mengalir sungai Cemara dan Sisi timur benteng inimembentang selat Madura.
Menurut catatan sejarah kolonial Inggris, disebutkan bahwa Benteng Lodewijk berdiri di ujung sebuah endapan lumpur yang menjorok kearah selat Madura sejauh 1400 yard dari Pulau Mengare. Dan dari hasil survei, benteng ini mempunyai denah berbentuk persegi panjang. Sejauh ini, baru ditemukan sebuah pintu masuk ke dalam benteng yang posisinya ada di tembok sisi sebelah selatan benteng. Menurut keterangan dari sumber tertulis, hasil survei menunjukkan bahwa Benteng Lodewijk memiliki denah berbentuk empat persegi panjang. Bastion (bangunan pertahanan) yang tersisa hanyalah dua buah, yaitu yang ada si sudut barat laut dan barat daya. sementara Bastion lainnya yang ada di sudut timur laut dan tenggara telah hilang terkena abrasi.
Namun, pada bagian dalam benteng sendiri sulit dijangkau dan ditelusuri, karena tertutup oleh tumbuhan yang sangat lebat.
Keadaan Benteng Lodewijk yang merupakan situs sejarah ini sangat memperihatinkan. Bentuk fisik dari Benteng sudah tidak utuh lagi, Dindingnya telah mengalami pelapukan akibat abrasi air laut, dinding benteng pun banyak yang roboh dan tinggal puing-puingnya saja.
jika tidak ada penanganan khusus yang lebih lanjut, Benteng Lodewijk ioni bisa-bisa hanya akan tersisi puing-puingmya saja. sayang sekali jika situs bersejarah Benteng Lodewijk ini dibiarkan hancur tak bersisa. padahal situs benteng Lodewijk ini kan salah satu sumber sejarah yang penting. saya yakin masih banyak yang belum mengetahui keberadaab benteng LOdewijk ini, selain iti, informasi dyang didapat mengenai benteng inipun masi sangat sedikit. Pemerintah daerah khususnya Dinas pariwisata seharusnya memberi perhatian khusus pada situs Benteng Lodewijk ini….
Nb:
artikel mengenai Benteng Lodewijk ini dibuat berdasarkan Karya Tulis Ilmiah yang dibuat oleh (Arinda N.L, Elvira Saris, Fath Isandy , M. Fath El Allam, Rizki Vivianti. ) dengan judul:
” Peremajaan Pantai Benteng Lodewijk di Pulau Mengare Sehingga Dapat Menjadi Objek Pariwisata di Kabupaten Gresik?”
karya Tulis Ilmiah dibuat dengan menggunakan metode pengamatan secara langsung dan juga pengumpulan data dari tabloid wisata Gresik, Interview secara langsung dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Gresik, serta Interview dengan narasumber penduduk desa Mengare.
pasir pantainya tertutupi oleh hamparan kulit kerang sehingga menjadikannya nampak berwarna putih
Spirit 45: waktunya berubah August 17, 2009
Posted by anla in isi binder.Tags: 17 Agustus, IBSN, Indonesia, perubahan untuk negeri, Semangat pemuda, spirit 45
53 comments
17 agustus. Tepat hari ini negeri kita tercinta Indonesia merayakan hari ulang tahunnya yang ke 64. Lazimnya kita memberikan sebuah “kado” ketika seorang sahabat dan orang yang kita sayangi “menggenapkan usia” (baca: ulang tahun). Lalu, kado seperti apakah yang akan saya atau anda berikan untuk negeri kita tercinta ini?
Memang bukan jam dan cincin, bukan juga seikat bunga atau puisi, juga bukan kalung hati
“trus kado seperti apa? Atau jangan-jangan sama sekali nggak kepikiran untuk ngasi kado buat ibu pertiwi yang sedang berulang tahun ini ?”
susah juga ya, karena yang mau dikasi kado ini bukan sesosok manusia yang punya kegemaran khusus yang bisa disesuaikan dengan isi kado. . .


















